Expresi.co – Kawasan wisata Bontang Kuala dinilai memiliki potensi lebih besar untuk menarik wisatawan apabila tidak hanya mengandalkan panorama pesisir. DPRD Kota Bontang mengusulkan adanya agenda seni dan budaya yang digelar secara rutin setiap akhir pekan sebagai daya tarik tambahan bagi pengunjung.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, Winardi, mengatakan akhir pekan merupakan waktu dengan tingkat kunjungan wisatawan paling tinggi ke Bontang Kuala. Karena itu, momentum tersebut perlu dimanfaatkan dengan menghadirkan berbagai aktivitas yang mampu membuat wisatawan betah berlama-lama di kawasan tersebut.

“Kalau kita sudah mengetahui waktu kunjungan ramai terjadi pada Sabtu dan Minggu, maka harus ada kegiatan yang menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).

Menurut Winardi, pemerintah dapat menggandeng komunitas seni dan budaya untuk mengisi agenda mingguan. Berbagai bentuk pertunjukan, mulai dari pameran seni rupa, musik, hingga kesenian tradisional masyarakat pesisir, dinilai mampu memperkaya pengalaman wisata di Bontang Kuala.

Ia menyebut para pelaku seni lokal membutuhkan ruang untuk menampilkan karya mereka. Kehadiran panggung atau area pertunjukan diyakini tidak hanya menghidupkan kawasan wisata, tetapi juga menjadi sarana promosi budaya daerah.

“Anak-anak seni rupa bisa diberikan ruang untuk menampilkan karya mereka. Kemudian ditutup dengan pertunjukan budaya khas Bontang Kuala sehingga wisatawan tidak hanya datang menikmati pemandangan, tetapi juga mendapatkan pengalaman budaya,” katanya.

Lebih lanjut, Winardi menilai kegiatan yang dilaksanakan secara konsisten akan memberikan dampak positif bagi berbagai sektor. Selain meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, agenda tersebut juga membuka peluang bagi pelaku ekonomi kreatif serta membantu menjaga eksistensi seni dan budaya lokal.

Ia menegaskan pelestarian budaya sebaiknya dilakukan melalui kegiatan yang dapat dinikmati masyarakat secara langsung, bukan hanya dalam bentuk acara seremonial atau dokumentasi.

Agar tetap menarik, konsep pertunjukan juga dapat dibuat bergantian setiap pekan. Misalnya, satu pekan menampilkan kesenian tradisional, kemudian pekan berikutnya diisi pertunjukan musik modern, pameran kerajinan, atau kreativitas komunitas lokal lainnya.

Menurutnya, pola tersebut dapat menciptakan kolaborasi antara sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan pelestarian budaya sehingga Bontang Kuala memiliki identitas wisata yang lebih kuat.

“Kalau kegiatan seperti ini berjalan rutin, wisatawan punya alasan untuk terus datang. Di sisi lain, pelaku seni mendapat ruang berkarya dan budaya lokal tetap hidup di tengah masyarakat,” tutupnya. (Adv)