EXPRESI.co, KUTIM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan komitmennya dalam memajukan sektor pendidikan sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan, Senin 4 Mei2026.

‎Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dimanfaatkan sebagai ajang refleksi dan penguatan sinergi seluruh elemen dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.

‎Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menyebut Hardiknas bukan sekadar seremoni, melainkan momentum memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata.

‎“Pendidikan tidak hanya sebagai sarana transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan mengembangkan potensi manusia secara utuh,” ujarnya saat upacara peringatan Hardiknas di halaman Kantor Bupati Kutim.

‎Ia menjelaskan, pemerintah pusat telah merumuskan lima kebijakan strategis pembangunan pendidikan, yakni revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran, peningkatan kualitas serta kesejahteraan guru, penguatan karakter peserta didik, peningkatan pembelajaran berbasis literasi dan numerasi, serta perluasan akses pendidikan yang inklusif.

‎“Kami juga terus mendorong lingkungan belajar yang aman dan menyenangkan serta memperluas akses pendidikan melalui berbagai jalur, termasuk pembelajaran jarak jauh dan layanan bagi anak berkebutuhan khusus,” tambahnya.

‎Peringatan Hardiknas 2026 di Kutim juga dirangkai dengan penyerahan penghargaan kepada siswa, guru, dan sekolah berprestasi di tingkat daerah maupun nasional.

‎Sementara itu, di hari yang sama, Komando Distrik Militer (Kodim) 0909/KTM melakukan penanaman 1.150 bibit pohon endemik Kalimantan di Desa Swarga Bara, poros Sangatta–Rantau Pulung.

‎Dandim 0909/KTM, Letkol Arh Ragil Setyo Yulianto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program serentak jajaran Kodam VI/Mulawarman dalam pelestarian lingkungan.

‎“Secara keseluruhan, program ini menargetkan penanaman sedikitnya 12.300 bibit pohon pada periode Desember 2025 hingga Mei 2026,” ujarnya.

‎Jenis pohon yang ditanam meliputi ulin, meranti, kapur, sengon, serta berbagai tanaman buah. Kegiatan ini juga difokuskan untuk mendukung pemulihan ekosistem hutan pasca tambang di wilayah Kutai Timur.

‎“Fokus utama kegiatan ini adalah menjaga kelestarian pohon endemik yang mulai langka, terutama ulin,” jelasnya.

‎Selain memperbaiki kondisi lingkungan, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga hutan. Program tersebut turut menjadi bagian dari upaya pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam kategori penanaman pohon serentak di wilayah Kodam VI/Mulawarman.

‎Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan dukungan pemerintah daerah terhadap langkah TNI dalam pemulihan lingkungan, khususnya di wilayah terdampak aktivitas pertambangan.

‎“Ini adalah langkah yang sangat bagus untuk pemulihan lingkungan kita,” ujarnya.

‎Ia menambahkan, penanaman pohon menjadi langkah strategis untuk mengembalikan fungsi lahan sekaligus memberikan manfaat jangka panjang, baik secara ekologis maupun ekonomis.

‎Melalui dua momentum tersebut, Pemkab Kutim menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun sumber daya manusia sekaligus menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.(Yuristio)