EXPRESI.co, BONTANG – Mutasi pejabat perdana di era Wali Kota Bontang Neni Moernaeni dan Wakilnya, Agus Haris, mengosongkan beberapa kursi strategis. Dari 13 jabatan yang dirombak, lima kursi kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dibiarkan kosong.

Lima jabatan itu meliputi Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disporapar-Ekraf), Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), serta Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskop-UKMPP).

Neni memastikan posisi itu akan segera terisi. “Nanti akan dilelang secara terbuka. Yang penting mereka punya semangat kerja dan mampu mewujudkan visi-misi,” kata Neni usai pelantikan, Senin, 22 September 2025.

Dalam mutasi yang digelar di Auditorium Kantor Wali Kota itu, Neni–Agus melantik delapan pejabat eselon II. Di antaranya, Sony Suwito menduduki kursi Asisten II Bidang Perekonomian menggantikan Lukman, yang kini menjadi Staf Ahli Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat. Anwar Sadat yang sebelumnya Kepala Diskominfo, dipindahkan menjadi Staf Ahli Pemerintahan dan Pemasyarakatan.

Rafidah yang semula menjabat Kepala Disporapar-Ekraf kini menjadi Staf Ahli Ekonomi dan Keuangan. Posisi Kepala Bapenda yang ditinggalkan Syahruddin beralih ke jabatan baru, Kepala Bapperida. Sedangkan Abdu Safa Muha dipercaya memimpin Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, menggantikan posisinya di Dinas Ketenagakerjaan yang kini dipegang Asdar Ibrahim. Satu lagi, Bahauddin ditunjuk sebagai Kepala Dinas Perhubungan.

Neni menyebut bahwa mutasi ini bukan sekadar seremoni. “Saya ingin ada terobosan, inovasi, dan kerja nyata untuk menjadikan Bontang lebih maju,” ujarnya. (Labib)