EXPRESI.co, BONTANG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bontang mulai melakukan roadshow ke seluruh kelurahan dalam rangka penyusunan Peta Daerah Rawan Gangguan Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Tahun 2026.
Kegiatan tersebut dilakukan untuk menghimpun data dan informasi terkait potensi gangguan ketenteraman dan ketertiban umum di setiap wilayah kelurahan.
Selain itu, Satpol PP juga mensosialisasikan penggunaan Sistem Informasi Peta Rawan Gangguan Trantibum (SIPRAWAN) kepada aparatur kelurahan.
Kepala Satpol PP Kota Bontang, Eddy Forestwanto, mengatakan pemetaan wilayah rawan menjadi langkah awal untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan gangguan ketertiban di masyarakat.
Menurutnya, data yang dikumpulkan melalui SIPRAWAN akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan langkah-langkah strategis guna menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif.
“Data inilah yang menjadi awal langkah kita ke depan untuk memastikan masyarakat Bontang di setiap wilayahnya bisa tidur dengan nyenyak karena wilayahnya dipastikan aman. Anak-anak maupun perempuan juga ketika mengetahui daerah-daerah yang rawan, bisa menghindarinya,” ujar Eddy.
Melalui roadshow tersebut, setiap kelurahan didorong untuk aktif melakukan penginputan data serta melaporkan potensi gangguan Trantibum secara cepat dan terintegrasi.
Data yang masuk nantinya akan digunakan sebagai bahan penyusunan peta kerawanan yang menggambarkan kondisi keamanan dan ketertiban di seluruh wilayah Kota Bontang.
Satpol PP berharap keterlibatan aktif aparatur kelurahan dapat meningkatkan akurasi data yang dihimpun. Dengan demikian, langkah antisipasi maupun penanganan terhadap potensi gangguan ketenteraman dan ketertiban umum dapat dilakukan lebih tepat sasaran. (Adv)

Tinggalkan Balasan