EXPRESI.co, BONTANG – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bontang mengikuti pembahasan dan presentasi Upaya, Strategi, dan Milestone Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bontang Tahun 2026–2030 bersama Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) dan Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D), Rabu 17 Juni 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Utama Sekretariat Daerah Kota Bontang itu membahas sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan PAD dalam lima tahun ke depan.

Dalam forum tersebut, peserta membahas berbagai potensi sumber pendapatan daerah yang dapat dioptimalkan, mulai dari penguatan sistem perpajakan daerah, modernisasi layanan retribusi, optimalisasi pemanfaatan aset daerah, hingga pengembangan sektor ekonomi potensial dan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Kepala Bapenda Kota Bontang, Natalia Trisnawati, mengatakan peningkatan PAD perlu didukung data yang akurat serta sinergi antarperangkat daerah agar setiap potensi penerimaan dapat teridentifikasi dan dikelola secara maksimal.

Menurutnya, penguatan basis data wajib pajak menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan pendapatan daerah.

Selain itu, penerapan sistem digital dalam pelayanan dan pengawasan perpajakan juga dinilai mampu meningkatkan transparansi sekaligus menekan potensi kebocoran penerimaan.

“Setiap potensi yang dimiliki daerah harus dipetakan dan dioptimalkan agar dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah,” ujarnya.

Selain digitalisasi perpajakan, pembahasan juga mencakup upaya optimalisasi aset milik pemerintah yang belum produktif. Langkah tersebut dinilai dapat menjadi sumber pendapatan baru di luar sektor pajak dan retribusi.

Melalui strategi ini, Pemerintah Kota Bontang menargetkan pengelolaan pendapatan daerah yang lebih efektif, transparan, dan mampu mendukung pembiayaan pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat. (Adv)