EXPRESI.co, BONTANG – Kampung Malahing, yang terletak di pesisir Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kecamatan Bontang Selatan, Kalimantan Timur, telah menjelma menjadi destinasi wisata bahari unggulan. Didirikan pada tahun 1999 oleh Nasir Lakada, seorang nelayan asal Mamuju, Sulawesi Barat, bersama saudaranya, kampung ini kini dihuni oleh 62 kepala keluarga dengan total 196 jiwa .

Keunikan Kampung Malahing terletak pada lokasinya yang berada di atas laut, dengan rumah-rumah panggung yang menyatu dengan perairan. Keindahan alam bawah lautnya yang memukau, lengkap dengan terumbu karang dan biota laut yang beragam, menjadikannya surga bagi pecinta snorkeling dan diving .

Selain pesona alam, Kampung Malahing juga menawarkan pengalaman budaya yang kaya. Pengunjung dapat menyaksikan pertunjukan Tari Pulo Karampuang, tarian khas Mamuju yang disuguhkan sebagai ucapan selamat datang . Wisatawan juga dapat belajar tentang budidaya rumput laut, yang merupakan mata pencaharian utama warga, serta mencicipi kuliner khas seperti gammi bawis, teripang, dan sate barongang .

Fasilitas wisata di Kampung Malahing terus berkembang. Tersedia homestay dan cottage yang dikelola oleh warga setempat, memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk merasakan kehidupan di atas laut. Toko Malahing menjual berbagai oleh-oleh khas, seperti batik dengan motif rumah di atas laut dan produk olahan rumput laut .

Prestasi Kampung Malahing diakui secara nasional dengan masuknya dalam 75 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 . Pemerintah Kota Bontang turut mendukung pengembangan kampung ini melalui penyediaan fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, dan akses internet gratis .

Bagi wisatawan yang ingin mengunjungi Kampung Malahing, dapat menyeberang dari Pelabuhan Bontang Kuala. Paket wisata selama tiga hari dua malam tersedia dengan harga mulai dari Rp1.670.000, termasuk transportasi, akomodasi, dan konsumsi .

Kampung Malahing bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga simbol keberhasilan transformasi komunitas nelayan menjadi desa wisata yang berkelanjutan dan berdaya saing. (*)