Expresi.co – Ketua Komisi A DPRD Bontang, Heri Keswanto, mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara sekolah negeri dan sekolah swasta dalam pembangunan sektor pendidikan di Kota Bontang.
Pernyataan tersebut disampaikannya saat menghadiri Dialog Pendidikan PGRI 2026 yang berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Rabu (20/5/2026). Dalam kesempatan itu, Heri menyoroti kebijakan penambahan rombongan belajar (rombel) di sejumlah sekolah negeri yang dinilai perlu dipertimbangkan secara matang.
Menurutnya, seluruh lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab yang sama dalam mencetak generasi berkualitas. Karena itu, setiap kebijakan pendidikan perlu dirancang dengan memperhatikan keberlangsungan semua satuan pendidikan, baik negeri maupun swasta.
Heri menilai pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya untuk mengatur pemerataan peserta didik. Namun, ia berharap kebijakan terkait penambahan rombel di sekolah negeri dapat dikaji lebih lanjut agar tidak mengurangi kesempatan sekolah swasta dalam memperoleh siswa baru.
“Yang perlu dibangun terlebih dahulu adalah kesamaan visi. Jangan sampai kebijakan yang dibuat justru menimbulkan ketidakseimbangan dalam dunia pendidikan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pembangunan fasilitas pendidikan, termasuk ruang kelas dan sarana pendukung lainnya, tetap penting dilakukan. Namun, menurutnya, penambahan rombel di sekolah negeri sebaiknya tidak dilakukan secara berlebihan sehingga keberadaan sekolah swasta tetap dapat berkembang.
Selain berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan, sekolah swasta juga memberikan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja, khususnya bagi para pendidik dan tenaga kependidikan. Oleh sebab itu, keberlanjutan sekolah swasta perlu menjadi perhatian seluruh pihak.
Heri juga mengingatkan bahwa pemerintah pusat saat ini telah menempatkan sekolah negeri dan swasta dalam posisi yang setara. Karena itu, kebijakan di tingkat daerah diharapkan mampu mencerminkan prinsip kesetaraan tersebut.
“Semua sekolah memiliki peran yang sama dalam mencerdaskan anak bangsa. Dukungan pemerintah harus diberikan secara adil dan proporsional,” tegasnya.
Ia menambahkan, dukungan terhadap sekolah tidak selalu harus berbentuk bantuan keuangan. Program peningkatan mutu pendidikan, penguatan kapasitas tenaga pendidik, hingga pengembangan fasilitas belajar juga dapat menjadi bentuk perhatian pemerintah kepada seluruh satuan pendidikan.
Melalui kebijakan yang berimbang, Heri berharap ekosistem pendidikan di Kota Bontang dapat terus tumbuh sehat dan berkelanjutan, sehingga seluruh sekolah memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul.

Tinggalkan Balasan