EXPRESI.co, SAMARINDA – Tren harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kalimantan Timur sepanjang Mei 2025 belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Penurunan harga kembali terjadi pada periode 16–31 Mei 2025, menyentuh seluruh kelompok umur tanaman.

Pohon sawit berumur 10 tahun ke atas kini dihargai Rp 3.240,10 per kilogram. Angka ini menurun dari periode sebelumnya dan menjadi sinyal kuat bahwa pasar sawit tengah mengalami tekanan signifikan.

Plt Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Andi Siddik, dalam keterangannya pada Rabu (4/5/2025), menyebut penurunan ini dipicu oleh dua komoditas utama dalam industri sawit: harga crude palm oil (CPO) dan inti sawit (kernel) yang turun hampir di seluruh perusahaan sumber data.

“Harga CPO tertimbang sebesar Rp 13.568,33 per kg, sedangkan kernel berada di angka Rp 12.779,51 per kg. Indeks K kita berada di 89,82 persen,” jelas Andi.

Penurunan ini berdampak langsung pada petani, khususnya mereka yang tergabung dalam kemitraan plasma bersama perusahaan pemilik pabrik sawit. Berikut adalah daftar harga TBS sawit untuk berbagai usia tanaman pada periode 16–31 Mei 2025:

  • Umur 3 tahun: Rp 2.851,42 per kg
  • Umur 4 tahun: Rp 3.038,04 per kg
  • Umur 5 tahun: Rp 3.058,91 per kg
  • Umur 6 tahun: Rp 3.092,47 per kg
  • Umur 7 tahun: Rp 3.111,62 per kg
  • Umur 8 tahun: Rp 3.134,63 per kg
  • Umur 9 tahun: Rp 3.202 per kg

Andi menyebut, harga tersebut adalah patokan resmi untuk petani plasma yang sudah menjalin kemitraan dengan pabrik kelapa sawit (PKS) di Kaltim.

“Lewat kemitraan, harga TBS petani bisa lebih terlindungi dan tidak lagi dimainkan tengkulak,” tegasnya. Pemerintah berharap skema ini mendorong kesejahteraan petani sawit di daerah.

Namun di balik optimisme itu, suara petani kecil masih terdengar sayup. Banyak dari mereka belum tergabung dalam pola kemitraan dan terpaksa menjual hasil panen jauh di bawah harga standar. (*)