EXPRESI.co, BONTANG – Suara dentuman keras memecah kesibukan pagi di Jalan S. Parman, Rabu, 4 Juni 2025. Tepat di depan kantor Bawaslu Kota Bontang, sebuah truk Toyota Dyna 130 HT bernomor polisi KT 8683 DL menghantam median jalan, melindas pohon pelindung, lalu menubruk tiang lampu hingga tumbang. Kerangka depan truk ringsek.

Kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 08.00 Wita. Truk bermuatan ringan tersebut melaju dari arah Jalan Flores, menuruni jalur landai menuju simpang Jalan S. Parman. Namun di dekat area workshop tambang yang berada di sisi jalan, sebuah bus tambang tiba-tiba keluar. Situasi mendadak ini diduga mengejutkan pengemudi truk.

“Pengemudi tampaknya panik. Ia membanting setir ke kanan untuk menghindari tabrakan langsung. Tapi justru menabrak median dan fasilitas jalan,” kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bontang, AKP Purwo Asmadi.

Tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun kerusakan cukup parah menimpa kendaraan, median jalan, satu pohon pelindung, dan tiang lampu penerangan umum. Beberapa saksi mata di lokasi menyebut suara benturan terdengar sampai radius puluhan meter.

Pihak kepolisian langsung menggelar olah tempat kejadian perkara. Sopir Toyota Dyna kini telah diamankan untuk dimintai keterangan. Polisi belum menyimpulkan faktor utama kecelakaan, namun dugaan sementara mengarah pada kecepatan kendaraan di jalan menurun dan kurangnya visibilitas terhadap kendaraan besar yang keluar dari kawasan industri.

“Ini jadi pengingat penting bagi pengguna jalan, terutama di area dengan kontur menurun dan lalu lintas kendaraan berat. Konsentrasi dan kecepatan harus dijaga,” ujar AKP Purwo.

Bontang, yang sebagian wilayahnya dilintasi jalur industri berat, memang kerap menghadapi tantangan dalam penataan lalu lintas. Kombinasi kendaraan pribadi, angkutan umum, hingga mobil tambang sering membuat ruang gerak sempit dan penuh risiko. (*)