EXPRESI.co BONTANG – Tumpukan sampah cemari area Pelabuhan Loktuan, Bontang. Sejak beberapa hari terakhir, sampah-sampah itu tak kunjung diangkut, menebar bau tak sedap dan menuai keluhan dari warga.

“Bau busuknya menyengat, apalagi ini pelabuhan, banyak orang datang,” kata Supariadi warga sekitar, Rabu, 2 Juli 2025.

Ia khawatir, kondisi itu membuat Bontang dipandang sebagai kota yang tak bersih. Ia meminta pemerintah segera turun tangan. “Jangan sampai rusak citra kota hanya karena urusan sampah,” ujarnya.

Namun, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang tak menganggap kawasan pelabuhan sebagai tanggung jawab mereka.

“Wilayah pelabuhan itu dikelola internal. Mereka yang wajib angkut dan buang ke TPA,” kata Kepala Bidang Kebersihan DLH, Syafrudin, saat dikonfirmasi secara terpisah.

Menurut dia, DLH hanya menangani pengangkutan sampah di luar area pelabuhan. Ia juga menambahkan, pihaknya terus mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Saat ini, sudah ada lebih dari 300 bank sampah yang tersebar di seluruh kelurahan di Bontang.

“Ke depan jumlahnya akan ditambah lagi,” ujarnya. (*/Fn)