EXPRESI.co – Melihat pentingnya peran mahasiswa dalam pengawasan partisipatif Pemilihan Umum (Pemilu).

Komisioner Divisi Pencegahan Parmas Humas Bawaslu Mamuju, Sitti Mustikawati menuturkan para mahasiswa ingin mewujudkan pemilu yang berintegritas.

Soal keterlibatan mahasiswa dalam pengawasan, Badan Pengawas Pemilihan Umum atau Bawaslu Kabupaten Mamuju telah melaksanakan sekolah kader pengawas sejak beberapa bulan lalu.

“Ada kegiatan seperti itu, pesertanya baik itu dari mahasiswa, OKP, teman-teman disabilitas, dan pemilih pemula,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Selasa (20/9/2022).

Selain itu, Bawaslu Mamuju juga kerap menghadiri undangan sebagai narasumber oleh mahasiswa.

Salah satunya, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Manakarra yang menggelar dialog pemilu dengan tema integritas penyelenggara pemilu dan independensi HMI menyukseskan pemilu 2024.

“Integritas penyelenggara itu terukur, adik-adik mahasiswa juga mempertanyakan itu pada kami,” kata Sitti kepada TribunSulbar.com usai kegiatan dialog kepemiluan, di Warkop 89, Jl Andi Makkasau, Karema, Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), Senin (19/9/2022).

Lanjut Sitti, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) telah mengatur terkait persoalan integritas.

“Akan tetapi pemilu berintegritas itu tidak hanya milik penyelenggara, kesempatan itu harus diwujudkan seluruh lapisan masyarakat,” jelasnya.

Sitti berharap, mahasiswa lebih kritis lagi sebagai pengawas partisipatif untuk menyampaikan informasi awal terjadinya pelanggaran di luar jangkauan Bawaslu.

Sementara itu, Ketua Cabang HMI Manakarra Ansar mengatakan, HMI sebagai kontrol sosial tidak hanya mempertanyakan integritas penyelenggara tapi juga kesiapan dan pemetaan konflik pemilu.

“Adapun kegiatan dialog kepemiluan tentunya harapan saya teman-teman kader se Kabupaten Mamuju aktif dalam mengawasi jalannya pemilu,” kata Ansar.

“Kita harus bisa ikut menyukseskan pesta demokrasi 2024 mendatang,” tambahnya.

Kata Ansar, Pengurus Besar (PB) HMI sejauh ini telah mendaftar secara resmi sebagai pendamping atau pengawas partisipatif pemilu.

“Harapan kami, bagaimana kemudian HMI pada umumnya di Mamuju bisa langsung mengawasi jalannya pemilihan umum nanti,” tutup Ansar. (*)