EXPRESI.co, MAKASSAR – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan yang berlaku pada 24 Februari hingga 1 Maret 2026.
Peringatan ini dirilis pada 23 Februari kemarin, menyusul meningkatnya aktivitas dinamika atmosfer yang berpotensi memicu hujan lebat dan bencana hidrometeorologi.
Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah IV menyebutkan, potensi cuaca ekstrem dapat memicu banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang, hingga gelombang tinggi di sejumlah perairan.
Menurut BMKG, peningkatan curah hujan dipengaruhi kombinasi beberapa fenomena atmosfer, seperti aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, gelombang Rossby, serta konvergensi angin yang mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah Sulawesi Selatan.
Hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat diprakirakan terjadi di Parepare, Barru, Pangkajene Kepulauan, Maros, Makassar, Gowa, Takalar, dan Kepulauan Selayar. Sementara hujan sedang hingga lebat berpotensi mengguyur Luwu Utara, Pinrang, Sidrap, Soppeng, Bone, Sinjai, Jeneponto, Bantaeng, dan Bulukumba.
BMKG juga memperingatkan potensi angin kencang di wilayah barat dan selatan Sulawesi Selatan. Di sektor kelautan, gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di perairan Pinrang, Barru, Makassar, Pangkajene Kepulauan, Kepulauan Selayar, Bulukumba, Kepulauan Takabonerate, serta Jeneponto.
BMKG mengimbau pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk memastikan sistem drainase berfungsi optimal, mengelola sumber daya air secara antisipatif, serta memangkas pohon yang berisiko tumbang.
Masyarakat juga diminta tidak membuang sampah sembarangan dan terus memantau informasi resmi dari BMKG guna mengantisipasi potensi dampak cuaca ekstrem. (Fn)

Tinggalkan Balasan