EXPRESI.co, MAMUJU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mamuju meminta warga memaksimalkan penggunaan bubuk abate untuk membasmi larva atau jentik nyamuk penyebab DBD.
Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Mamuju, Alamsyah Thamrin menjelaskan penggunaan bubuk tersebut lebih efektif dari fogging.
“Fogging memang dapat membunuh nyamuk aedes aegypti tetapi hanya efektif pada nyamuk dewasa saja, larvanya sama sekali tidak terpengaruh,” jelasnya, Selasa 25 Juli 2023.
Selain itu, bubuk abate berguna untuk memperpendek siklus perkembangan larva nyamuk, sehingga larva akan mati sebelum menetas menjadi nyamuk dewasa.
Dengan penggunaan yang intens, perkembangan nyamuk aedes aegypti dapat ditekan secara maksimal.
“Melalui puskesmas, kita sudah berikan abate kepada setiap rumah tangga sesuai kebutuhannya. Gratis tanpa syarat apapun. Kami minta, abate ini benar-benar dimanfaatkan,” terangnya.
Penggunaan bubuk abate secara masif dapat menekan laju kasus DBD di Kabupaten Mamuju.
Alamsyah pun meminta dukungan pemerintah kecamatan, kelurahan, hingga desa untuk mengakselerasi penggunaan abate di tengah masyarakat.
“Jika masyarakat menggunakan abate dengan benar dan betul-betul diefektifkan di setiap rumah tangga, saya yakin DBD di Mamuju bisa kita tekan,” pungkas Alamsyah. (adv)

Tinggalkan Balasan