EXPRESI.co, MAMUJU – Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan pangan lokal berprotein tinggi bagi balita dan ibu hamil yang kekurangan gizi bakal segera dilaksanakan.
Program tersebut merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Mamuju melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk mencegah meningkatnya kasus stunting di Mamuju.
“Balita yang kurang gizi dan ibu hamil yang terindikasi Kekurangan Gizi Kronis (KEK) akan disuplai makanan dan kudapan berprotein tinggi setiap hari selama 90 hari,” kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinkes Mamuju, Dewi Sundari, Senin (21/8/2023)
Dinas Kesehatan Mamuju mulai mematangkan persiapan mulai dari melatih para kader posyandu, PKK, dan penyuluh agama yang akan bertugas di setiap desa atau kelurahan
Di saat yang sama, Tenaga Pelaksana Gizi atau TPG di setiap puskesmas juga tengah memvalidasi data balita dan ibu hamil sasaran PMT.
“Sekarang puskesmas dalam proses pelatihan tim, setiap tim terdiri dari 5 orang di setiap desa atau kelurahan. Teman-teman TPG juga sedang memvalidasi data karena data mereka (penerima, red) akan di-SK-kan,” singkatnya.
Dewi menyebutkan, dari 23 puskesmas di Mamuju, 22 di antaranya sudah dalam proses pelatihan dan validasi data jumlah sasaran PMT.
Satu di antaranya sudah rampung, bahkan sudah membuka dapur, yakni Puskesmas Campaloga. (adv)

Tinggalkan Balasan