EXPRESI.co, MAMUJU – Provinsi Sulawesi Barat, meminta satukan Pemahaman ke semua pihak Terkait Data Desa Presisi (DDP), Dinas Kesehatan atau Dinkes Kabupaten Mamuju melalui, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Mamuju, Dewi Sundari menginginkan Kolaborasi data.

Sekda Provinsi Sulbar, Muhammad Idris dalam sambutannya meminta kesepahaman soal DDP.

“DDP sendiri merupakan kegiatan pendataan dan pemetaan desa dengan metode bersifat numerik dan spasial melalui pendekatan drone participating mapping,” pinta Muhammad Idris saat membuka acara Workshop DDP di Ballroom Hotel Maleo Mamuju, Rabu (17/5/2023).

Sementara Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas kesehatan Kabupaten Mamuju, Dewi Sundari menginginkan kolaborasi tentang data, sebelumnya banyak pertanyaan tentang data presisi ini, bagaimana dan seperti apa itu data presisi.

“Kami sendiri dari Dinkes Mamuju menginginkan beberapa program itu yang kami akan lakukan, ini kami akan kolaborasi kan datanya, data kami kan sudah ada data sektor atau data rutin,” tutur Dewi Sundari.

Dewi Sundari menambahkan, kelebihan dari DDP, titik koordinat by name by address sehingga intervensi lebih tepat.

Meski begitu Dia juga mengungkapkan pihaknya sempat diskusi dengan salah satu pegawai dari dinas PMD Pemprov, bahwa akun dari DDP Mamuju sendiri itu sudah diserahkan ke pemerintah daerah.

“Kalau ada yang kita mau akses terkait data ini atau ada yang kita mau intervensi itu bisa menghubungi mungkin atau melaporkan dahulu kepimpinan daerah masing-masing, ” ungkapnya.

Lebih lanjut dia menyoal apakah pihaknya akan terjun langsung ke desa atau kelurahan.

“Kita belum ke desa karena di desa atau kelurahan sendiri mungkin masih butuh pelatihan dan sebagainya. tetapi kalau yang tadi saya dapat bahwa kita bisa melaporkan dahulu ke pimpinan daerah,” katanya.

“Data presisi ini memudahkan setiap stakeholder yang ingin mengintervensi, cuman mungkin masih kurangnya itu karena belum semua desa kelurahan memiliki atau mempunyai data presisinya,” pungkasnya. (adv)