EXPRESI.co, SANGATTA – Jalan rusak menuju wilayah perkebunan di Kutai Timur (Kutim) akhirnya mendapat perhatian serius. Pemerintah Kabupaten Kutim memprioritaskan perbaikan akses jalan utama penghubung Sangatta Utara ke Rantau Pulung sepanjang hampir 40 kilometer mulai tahun ini. Jalur tersebut merupakan urat nadi distribusi hasil kebun, terutama sawit milik warga.
Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman menyebut proyek ini sebagai salah satu program infrastruktur paling mendesak. Selain menjadi jalur penghubung antarkecamatan, jalan ini juga menghubungkan desa-desa di wilayah produksi ke pusat aktivitas ekonomi di Sangatta.
“Ruas jalan Sangatta–Rantau Pulung ini menjadi program prioritas dan mulai dikerjakan tahun ini secara bertahap. Harapannya, dalam beberapa tahun ke depan, jalan ini sudah dalam kondisi baik sehingga akses dan mobilitas masyarakat bisa lebih mudah,” ujar Ardiansyah saat kunjungan kerja ke Desa Mukti Jaya, Kecamatan Rantau Pulung.
Kunjungan kerja yang juga dihadiri Wakil Bupati Mahyunadi, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kutim, Camat Rantau Pulung Tristiningsih, serta tokoh agama, pemuda, dan masyarakat setempat ini, menjadi wujud perhatian pemkab terhadap permasalahan masyarakat yang ada.
Selama ini, banyak warga yang mengandalkan kendaraan roda dua atau truk kecil untuk membawa hasil panen sawit melalui jalan berlubang dan berlumpur. Saat musim hujan, jalur itu sering tak bisa dilalui. Dampaknya, harga jual sawit menurun karena biaya angkut membengkak.
Ardiansyah menyebut bahwa dari total 1.100 kilometer jalan kabupaten di Kutim, baru sekitar 30–40 persen yang berstatus ‘mantap’ atau layak pakai. Sisanya, lebih dari 600 kilometer masih belum memadai, termasuk jalur produksi yang penting bagi sektor perkebunan rakyat.
“Ini tantangan besar bagi kita semua. Tapi dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, kami optimistis ini bisa diwujudkan,” tegasnya.
Pembangunan jalan ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkab Kutim meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah pedalaman. Ardiansyah menekankan bahwa pembangunan tidak hanya menyasar kota, tetapi menjangkau pusat-pusat ekonomi warga di desa-desa.
Dalam kesempatan itu, Ardiansyah mengapresiasi antusiasme warga Rantau Pulung yang menyambut langsung kunjungannya bersama jajaran Forkopimda. Ia mengajak masyarakat terus mendukung program pembangunan dan menjaga semangat gotong royong untuk kemajuan daerah. (ADV/ProkopimKutim/E)

Tinggalkan Balasan