EXPRESI.co, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) menyiapkan program strategis untuk memperkuat ekonomi masyarakat melalui bantuan modal tanpa agunan hingga Rp15 juta bagi pelaku UMKM. Wakil Bupati Kutim Mahyunadi menyebut, program ini menjadi bagian dari kebijakan terpadu untuk menggerakkan ekonomi keluarga dan menekan angka stunting.
“Kita siapkan skema agar pelaku UMKM bisa mengakses modal tanpa agunan. Fokusnya adalah pada peningkatan ekonomi keluarga, pencegahan stunting, dan penguatan kemandirian,” ujar Mahyunadi.
Program ini digagas bersama TP PKK Kutim, dengan skema pendanaan melalui penyertaan modal Pemkab Kutim kepada BPR Kutim. Berdasarkan kajian awal, nilai penyertaan diperkirakan mencapai Rp4 hingga Rp5 miliar.
Namun, Mahyunadi memastikan program ini tidak akan berjalan tanpa pengawasan.
“Kalau memang layak dan pantas dibantu, baru dibantu. Ini untuk menghindari bantuan salah sasaran,” tegasnya.
Ia menjelaskan, program ini dirancang tidak hanya sebatas bantuan dana, tetapi juga sistem pendampingan berlapis. Pemerintah akan melibatkan sejumlah perangkat daerah, mulai dari Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja, hingga instansi lain yang relevan.
Pendampingan meliputi pelatihan teknis produksi, manajemen usaha, pemasaran digital, dan pencatatan keuangan. Para pelaku usaha juga akan mendapat bantuan alat kerja serta fasilitasi promosi dan akses pasar.
“Pemberdayaan UMKM bukan hanya soal memberi uang. Kita ingin mereka dibekali ilmu, alat, dan akses pasar agar bisa naik kelas dan bersaing,” ujar Mahyunadi menekankan.
Program yang rencananya mulai dijalankan pada 2026 ini diharapkan dapat melahirkan UMKM yang berdaya saing tinggi, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di berbagai kecamatan. Dukungan lintas sektor diharapkan menciptakan efek domino positif bagi pertumbuhan ekonomi lokal. (ADV/ProkopimKutim/E)

Tinggalkan Balasan