EXPRESI.co, KAUBUN — Tekanan publik di media sosial atas kondisi kritis Jembatan Tundano di Desa Bumi Rapak, Kecamatan Kaubun, tak dibiarkan berlalu begitu saja. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) bergerak cepat. Wakil Bupati Kutim Mahyunadi turun langsung ke lokasi setelah jembatan yang menjadi satu-satunya akses warga itu viral karena nyaris roboh.

“Jembatan ini sangat vital bagi masyarakat, apalagi untuk akses pertanian dan aktivitas sehari-hari. Tahun depan akan kita bangun jembatan baru yang bisa dilalui kendaraan roda empat,” ujar Mahyunadi kepada Pro Kutim.

Didampingi unsur Forkopimda, Camat Kaubun, Kepala Desa Bumi Rapak, dan sejumlah kepala dinas teknis, Mahyunadi menyaksikan langsung kondisi jembatan kayu yang sudah lapuk dan doyong. Saat ini, jembatan itu hanya bisa dilewati maksimal dua hingga tiga orang secara bergantian. Warga menggantungkan keselamatan pada tali yang diikat sebagai penyangga darurat.

Tak butuh waktu lama, rencana pembangunan ulang jembatan langsung dikunci. “Ini hasil diskusi dengan Bupati. Sudah dijadwalkan mulai dibangun tahun depan, dan lahannya pun sudah siap. Tidak ada lagi hambatan administratif,” jelas Mahyunadi.

Pembangunan akan dilakukan dengan melibatkan perusahaan sekitar dan kelompok tani. Langkah ini dinilai strategis untuk mempercepat mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi lokal.

“Kerja sama semua pihak sangat penting. Kami ingin pembangunan ini benar-benar menjawab kebutuhan warga dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan daerah,” tambah Mahyunadi.

Respons cepat ini menjadi bukti bahwa suara publik melalui media sosial kini mampu mendorong tindakan nyata dari pemerintah. Jembatan Tundano yang semula hanya menjadi keluhan daring, kini telah masuk dalam daftar proyek strategis 2026.  (ADV/ProkopimKutim/E)