EXPRESI.co, SANGATTA — Di tengah derasnya arus digital, para pelajar Kutai Timur (Kutim) menemukan cara baru untuk menyuarakan kepedulian, yaitu lewat videografi. Lomba Videografi Kewaspadaan 2025 yang digelar oleh Badan Kesbangpol Kutim menjadi ruang ekspresi generasi muda untuk berbicara tentang isu-isu sosial yang mengancam remaja.

Acara puncak yang digelar di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, berlangsung meriah dan sarat pesan moral. Sebanyak 32 pelajar SMP dan SMA menampilkan karya bertema kewaspadaan terhadap bahaya narkoba, radikalisme, pergaulan bebas, hingga kejahatan siber.

Kepala Kesbangpol Tejo Yuwono menegaskan, kegiatan ini tidak hanya lomba, tetapi juga bagian dari upaya membangun literasi media dan tanggung jawab sosial.

“Melalui lomba ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran pelajar terhadap berbagai isu penting seperti bahaya narkoba, pergaulan bebas, radikalisme, hingga kejahatan siber,” jelasnya.

Para pemenang diumumkan setelah proses penjurian yang ketat. SMA Negeri 1 Sangatta Utara meraih Juara 1 lewat karya Penjara Sendiri. Diikuti SMA Negeri 1 Bengalon dengan Teman Gelap, dan SMA Negeri 2 Sangatta Utara melalui Tabur Tuai. Adapun kategori favorit dimenangkan Jebakan Digital karya SMA Negeri 2 Sangatta Utara.

Wakil Bupati Mahyunadi, yang hadir sekaligus menyerahkan penghargaan, menyebut para pelajar telah menunjukkan kedewasaan berpikir di era digital.

“Lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi sarana edukasi bagi generasi muda untuk menumbuhkan kesadaran kewaspadaan nasional,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan teknologi secara positif.

“Teknologi membawa banyak manfaat, namun juga membuka celah bagi ancaman seperti narkoba, radikalisme, dan kejahatan siber. Melalui karya-karya ini, anak-anak kita mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga diri dan lingkungan,” tuturnya.

Usai menyaksikan karya para peserta, Mahyunadi mengapresiasi kedalaman pesan yang disampaikan lewat bahasa visual.

“Karya mereka kreatif, edukatif, dan penuh pesan moral,” ungkapnya.

Ia berharap ajang seperti ini menjadi agenda tahunan agar semangat pelajar dalam berkarya dan berkontribusi terhadap bangsa terus tumbuh.  (ADV/ProkopimKutim/E)