EXPRESI.co, SANGATTA – Rencana menjadikan Kutai Timur sebagai wilayah percontohan perkebunan berkelanjutan mulai menunjukkan arah. Pemerintah Kabupaten Kutim melalui dialog interaktif yang digelar di Hotel Royal Victoria, Sangatta, mulai merajut sinergi lintas sektor untuk mendorong transformasi konkret di sektor perkebunan.

Pertemuan itu mempertemukan pemerintah, LSM, koperasi petani, dan pembeli internasional. Fokusnya bukan hanya menyamakan persepsi, tapi juga menyusun langkah yang memungkinkan sertifikasi RSPO bisa dijangkau oleh koperasi lokal.

“Kami sangat antusias dengan RSPO, tapi perlu dukungan pendanaan,” ujar Ade Akbar, Ketua Koperasi Jasa Mutiara Kongbeng. Ia berharap salah satu kecamatan bisa dipilih sebagai role model agar daerah lain mengikuti.

Pemkab Kutim, melalui Asisten Ahli Pemerintahan Umum dan Kesra, Poniso Suryo Renggono, menegaskan bahwa transformasi keberlanjutan sudah dimasukkan dalam RPJMD dan masuk 50 program prioritas.

“Yang terpenting sekarang adalah bagaimana kita menerjemahkannya ke dalam rencana aksi yang konkret,” jelasnya.

Namun, rencana aksi saja belum cukup. Iwied Wahyulianto dari Sustain Kutim menyebut bahwa tantangan terbesar justru ada pada soliditas gerakan. “Menyatukan seluruh elemen dalam satu gerakan bersama,” katanya singkat.

Ripto Widargo dari Bappeda Kutim menyampaikan bahwa pemerintah tengah menyiapkan wilayah percontohan sebagai model penerapan pendekatan yurisdiksi. “Kami ingin ada wilayah percontohan yang bisa menjadi model bagi daerah lain di Kutim,” jelasnya.

Dari sisi pasar global, Jesica Wettstein dari Barry Callebaut Group Singapura menilai keterbukaan dialog antara petani dan pemerintah sebagai peluang besar. “Kami melihat potensi besar di sini, dan kolaborasi adalah kuncinya,” ucapnya.

Pertemuan ini menggarisbawahi bahwa keberlanjutan di sektor perkebunan tak bisa lagi bersifat sektoral. Butuh kolaborasi konkret, pembiayaan yang jelas, dan keberanian politik untuk membuktikan bahwa Kutim bukan hanya punya rencana, tetapi juga kemauan untuk menjalankannya.  (ADV/ProkopimKutim/E)