EXPRESI,co, SANGATTA – Misliansyah, Kepala Badan Kepegawaian dan Pembinaan Sumber Daya Manusia Kutai Timur (BKPSDM Kutim), menerangkan dalih mengapa pemerintah belum melaksanakan pelantikan hasil seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) yang sudah diumumkan pada 20 Maret 2024 lalu. Informasi mengenai pelantikan JPTP Kutim ini menjadi hangat karena tidak ada tanda-tanda pelantikan akan dilaksanakan hingga Jumat pekan lalu.
Misliansyah menjelaskan saat ini sedang mendekati pemilihan kepala daerah (pilkada) yang akan menetapkan calon peserta pilkada pada 22 September 2024 mendatang. Sebab lazimnya, enam bulan sebelum pilkada, tidak boleh dilakukan pelantikan kecuali mendapatkan izin dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). BKPSDM Kutim sedang menunggu surat edaran dari Kemendagri terkait hal ini.
BKPSDM Kutim telah melakukan konsultasi intensif dengan Komite Aparatur Sipil Negara (KASN) dan Kemendagri. Menurut Misliansyah, dalam waktu dekat bakal ada surat edaran yang menjelaskan hal tersebut.
“Setelah ada rekomendasi KASN dan ada surat edaran (Kemendagri) tersebut, baru kita (Pemkab Kutim melalui BKPSDM) bersurat ke Kemendagri untuk pelaksanaan pelantikan (JPTP),” jelas Ancah, sapaan karib Misliansyah.
Walau begitu, Ancah optimis 8 kursi kosong JPTP yang ada di Kutim akan segera terisi. Artinya pelantikan tetap bisa dilaksanakan karena hanya untuk mengisi jabatan yang kosong.
Sekadar diketahui, pada pengumuman Nomor: 017/PANSEL-JPTP/KUTIM/111/2024 yang ditandatangani oleh Ketua Pansel JPTP Kutim yang juga Seskab Kutim Rizali Hadi. Di posisi pertama untuk jabatan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan ada nama Insan Bowo Asmoro, Nora Ramadani dan Ripto Widargo. Selanjutnya, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah ada nama Ade Achmad Yulkafilah, Jumran dan Mochamad Misbachul Choir. Di jabatan Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga keluar nama Basuki Isnawan, Joni Abdi Setia dan Nurrahmi Asmalia.
Berikutnya di posisi jabatan Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian diisi nama Ronny Bonar Hamonangan Siburian, Tirah Satriani dan Sulisman. Sementara itu di Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak muncul nama Idham Cholid, Irma Yuwinda dan Yuwana Sri Kurniawati. Disusul jabatan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana ada Achmad Junaidi, Mustika dan Wenadianto. Selanjutnya Kepala Dinas Perikanan diisi nama Arief Nur Wahyuni, Yasrin dan Yuliansyah. Terakhir ada Kepala Satuan Polisi Pamong Praja ada kandidat Fata Hidayat, Imam Sujono Lutfi dan Trisno. (*/Ipn)

Tinggalkan Balasan