EXPRESI.co, SANDARAN – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat komitmen pelayanan kesehatan hingga pelosok. Hal ini tercermin dalam pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan Gerakan Minum Susu (Gerimis) yang digelar di Kecamatan Sandaran, belum lama ini. Kegiatan yang dipusatkan di halaman Kantor Camat Sandaran diikuti ratusan warga Desa Manubar dan Manubar Dalam.
Kegiatan dimulai dengan senam massal yang diikuti warga dari berbagai kalangan. Ketua TP PKK Kutim Siti Robiah tampak ikut berolahraga bersama masyarakat.
“Luar biasa semangatnya warga Sandaran. Saya ikut senang bisa bergerak bersama-sama seperti ini,” katanya.
Setelah berolahraga, warga mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis yang meliputi pengecekan gula darah, kolesterol, serta konsultasi dengan dokter spesialis anak dan kandungan. Para ibu hamil dapat melakukan pemeriksaan USG gratis, sementara anak-anak mendapat layanan kesehatan langsung di lokasi.
Salah seorang peserta, Nur, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah.
“Hari ini saya senang bisa membawa kedua anak saya cek kesehatan di dokter anak secara gratis. Terima kasih Pak Bupati,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa Germas dan Gerimis merupakan bagian dari integrasi program kesehatan Pemkab Kutim yang diarahkan hingga ke wilayah terpencil.
“Cek kesehatan gratis ini implementasi dari program dokter keliling. Kami ingin masyarakat di pelosok juga merasakan akses kesehatan yang mudah,” ujarnya.
Ia menambahkan pentingnya menjadikan pola hidup sehat sebagai kebiasaan, bukan sekadar kegiatan insidental.
“Minum susu dan makan buah harus jadi kebiasaan, tidak hanya saat ada acara. Hidup sehat perlu diprogramkan dari rumah agar masyarakat Kutim siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan makan buah dan minum susu bersama sebagai simbol Gerimis, program yang dirancang untuk memperkuat kesadaran gizi dan pencegahan stunting di kalangan anak-anak.
Melalui kegiatan terpadu ini, pemerintah ingin memastikan bahwa layanan kesehatan, edukasi gizi, dan promosi hidup sehat benar-benar dirasakan hingga ke tingkat desa. (ADV/ProkopimKutim/E)

Tinggalkan Balasan