EXPRESI.co, SANGATTA – Upaya menurunkan angka keluarga berisiko stunting di Kutai Timur (Kutim) kini bergerak secara kolaboratif. Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) menggandeng berbagai perangkat daerah untuk mengatasi akar masalah stunting, mulai dari edukasi hingga perbaikan fasilitas dasar.
Kepala DPPKB Kutim Achmad Junaidi menjelaskan, pihaknya menargetkan penurunan jumlah keluarga berisiko stunting dari 19.000 menjadi 11.000 dalam dua tahun mendatang.
“Saat ini angka prevalensi stunting di Kutim berada di angka 26 persen. Kami ingin menurunkannya hingga 24 persen atau bahkan lebih. Fokus utama ada di Sangatta Utara dan Bengalon,” ujarnya.
Menurutnya, penanganan keluarga berisiko dilakukan dengan menganalisis faktor 4T — Terlalu Dekat jarak kelahiran, Terlalu Muda usia ibu, Terlalu Banyak anak, dan Terlalu Tua saat melahirkan.
“Jarak usia anak yang terlalu dekat seringkali membuat pendidikan dan pengasuhan anak tidak maksimal. Karena itu kami dorong masyarakat beralih dari KB tradisional ke KB modern,” jelasnya.
Selain intervensi edukatif, DPPKB juga memperkuat kolaborasi dengan dinas lain. Program 1.000 Rumah Layak Huni (RLH) difokuskan bagi keluarga berisiko untuk menjamin sanitasi dan sirkulasi udara yang baik. PDAM Kutim pun berkomitmen menyediakan air bersih gratis bagi masyarakat Desil 1–4 yang datanya terverifikasi.
“Desil 1 sampai 4 mencakup 40 persen keluarga dengan kesejahteraan terendah. Mereka yang paling membutuhkan dukungan sosial, pekerjaan, dan pendidikan,” ujar Junaidi.
Selain itu, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Distransnaker) ikut membuka 50.000 lowongan kerja sebagai strategi jangka panjang memperkuat ekonomi keluarga.
“Penurunan stunting bukan hanya soal gizi, tapi juga ekonomi. Dengan kerja sama lintas dinas, hasilnya akan lebih nyata,” tegasnya.
Junaidi menambahkan, program ini beriringan dengan pemberdayaan kelompok lansia melalui Sekolah Lansia, agar setiap kelompok usia dapat berdaya dan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup di Kutim. (ADV/ProkopimKutim/E)

Tinggalkan Balasan