EXPRESI.co, SANGATTA – Digitalisasi koperasi di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) resmi memasuki babak baru. Melalui Sistem Informasi Gerak Cepat dan Tepat (SIGAP), pemerintah daerah kini memiliki sarana digital untuk mempercepat pelaporan, memperkuat pengawasan, dan menjaga keterbukaan data koperasi.
Program yang digagas oleh Dinas Koperasi dan UKM Kutim ini disosialisasikan di Ruang Tempudau, Kantor Bupati Kutim, dengan Wakil Bupati Mahyunadi hadir membuka kegiatan tersebut.
“Kita harus tinggalkan stigma buruk koperasi yang dulu. Koperasi harus hadir sebagai lembaga yang dipercaya, terbuka, dan benar-benar berpihak pada anggota. SIGAP menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan itu,” tegas Mahyunadi.
Ia juga meminta koperasi tak berhenti berinovasi, melainkan memperkuat modal dan meningkatkan kapasitas SDM melalui kerja sama lintas lembaga.
“Jangan hanya menunggu. Dinas harus aktif membuka peluang kerja sama, termasuk dengan perbankan daerah dan lembaga pengelola dana. Koperasi butuh akses modal yang sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut Kabid Kelembagaan dan Pengawasan Dinas Koperasi dan UKM Kutim Firman Wahyudi, SIGAP dirancang untuk menggantikan sistem manual yang lambat dan tidak efisien.
“SIGAP mengubah sistem pelaporan koperasi yang sebelumnya masih manual dan menyulitkan, menjadi digital, efisien, dan terbuka,” jelasnya.
Sistem ini terbukti mampu mendorong peningkatan kualitas koperasi. Dari 47 koperasi sehat, kini tercatat 500 koperasi aktif berstatus sehat dan terdaftar resmi di sistem SIGAP. Prestasi ini membuat Kutim dua tahun berturut-turut dinobatkan sebagai Pembina Koperasi Terbaik se-Kalimantan Timur.
Perwakilan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Provinsi Kaltim, Abdullah Hanif, turut mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi tak hanya bergantung pada modal, tetapi juga manajemen yang kuat.
“Banyak koperasi yang gagal bukan karena kurang modal, tapi karena strategi usaha yang tidak realistis dan manajemen yang lemah,” ujarnya. (ADV/ProkopimKutim/E)

Tinggalkan Balasan