EXPRESI.co, SANGATTA — Transformasi pelayanan publik di bidang kesehatan kini benar-benar terlihat di RSUD Kudungga Kutai Timur (Kutim). Rumah sakit ini membangun sistem layanan yang berorientasi pada keterbukaan dan akuntabilitas, memastikan setiap langkah pelayanan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Direktur RSUD Kudungga dr Muhammad Yusuf mengatakan, penerapan transparansi membawa dampak signifikan terhadap kepuasan pasien dan perbaikan sistem pelayanan.
“Dengan keterbukaan informasi, keluhan pasien mengalami penurunan signifikan, dan pada saat yang sama indeks kepuasan pasien terus meningkat,” ungkapnya.
Menurutnya, transparansi menjadi alat penting untuk memperkecil jarak antara pasien dan tenaga medis. Setiap informasi terkait biaya, jadwal dokter, hingga proses pengobatan disampaikan secara terbuka agar masyarakat merasa aman dan dilayani secara profesional.
Sebagai bentuk nyata, rumah sakit menyediakan pusat informasi di setiap unit pelayanan, lengkap dengan jalur komunikasi cepat melalui call center. Pasien juga bisa memperoleh informasi mengenai ketersediaan fasilitas medis tanpa harus datang langsung ke rumah sakit.
Langkah ini memperlihatkan keseriusan RSUD Kudungga menjalankan prinsip tata kelola yang bersih. Semua kegiatan dan anggaran publik diawasi secara terbuka sesuai amanat UU Nomor 14 Tahun 2008 dan Perpres Nomor 95 Tahun 2018.
Kinerja yang konsisten ini membuat RSUD Kudungga kembali memperoleh nilai sempurna dalam ajang PPID Award 2025, menjadikannya rumah sakit dengan tingkat keterbukaan tertinggi di Kutim untuk dua tahun berturut-turut.
Komitmen ini menjadi bukti bahwa kepercayaan publik dapat dibangun melalui transparansi dan pelayanan yang jujur. Di RSUD Kudungga, keterbukaan bukan hanya kebijakan, melainkan budaya kerja yang menumbuhkan rasa aman dan kepercayaan bagi masyarakat. (ADV/ProkopimKutim/E)

Tinggalkan Balasan