EXPRESI.co, SANGATTA — Distribusi program Makanan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah-sekolah di wilayah Sangatta bukan sekadar kegiatan logistik. Bagi jajaran Polres Kutai Timur (Kutim), ini adalah panggung untuk memastikan etika distribusi program sosial dijalankan secara tertib, tepat sasaran, dan akuntabel.
Pengamanan ketat dilakukan sejak titik keberangkatan hingga ke sekolah-sekolah penerima bantuan. Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto, menegaskan bahwa kehadiran polisi dalam distribusi MBG adalah bentuk dukungan nyata terhadap jalannya program pemerintah.
“Kami hadir untuk memastikan distribusi MBG ini berjalan tertib, tepat sasaran, serta benar-benar diterima oleh siswa yang berhak,” ujar Kapolres Fauzan.
Lebih dari sekadar pengamanan fisik, jajaran Polres juga aktif menjalin koordinasi dengan sekolah dan dinas teknis agar distribusi berjalan presisi sesuai data penerima. Hal ini menurut Kapolres menjadi kunci menjaga kepercayaan publik terhadap keberlangsungan program MBG.
“Koordinasi ini dilakukan untuk memastikan jumlah distribusi sesuai dengan data penerima, sehingga pelaksanaan program MBG dapat berlangsung transparan dan akuntabel. Dengan adanya koordinasi yang baik, diharapkan tidak ada siswa yang terlewat dari program ini,” tegasnya.
Langkah tersebut diapresiasi oleh pihak sekolah. Selain merasa aman, para guru menilai kehadiran Polri turut mempercepat proses pembagian makanan bergizi kepada siswa, sekaligus menjaga ketertiban di lingkungan sekolah selama kegiatan berlangsung.
MBG sendiri merupakan program yang diluncurkan langsung oleh Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, di Jalan Kabo Jaya, Sangatta Utara. Inisiatif ini menjadi bagian dari prioritas Pemkab Kutim untuk memperbaiki kualitas gizi anak-anak sekolah.
Dengan pelibatan aparat, distribusi MBG di Sangatta menunjukkan bagaimana sinergi antara pemerintah daerah dan aparat keamanan dapat menjadi pilar tata kelola program sosial yang bersih dan berdaya guna.
“Generasi penerus bangsa yang sehat dan cerdas adalah investasi penting bagi masa depan Kutai Timur,” tutup Kapolres Fauzan.
Program ini diharapkan menjadi referensi bagi daerah lain dalam menjalankan distribusi program sosial dengan pendekatan yang tidak hanya operasional, tapi juga menjunjung integritas dan kolaborasi. (ADV/ProkopimKutim/E)

Tinggalkan Balasan