EXPRESI.co, SANDARAN — Enam jam perjalanan darat dan air ditempuh rombongan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) demi memastikan listrik menyala 24 jam di dua desa terpencil, Manubar dan Manubar Dalam, Kecamatan Sandaran. Perjalanan berat itu menjadi saksi nyata komitmen pemerintah menghadirkan pelayanan dasar hingga pelosok.

Rombongan dipimpin langsung oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dan Ketua TP PKK Siti Robiah, didampingi perwakilan Dinas Kesehatan Kutim, pihak PLN UP3 Bontang, serta unsur Forkopimcam Sandaran. Kedatangan mereka disambut hangat warga yang telah menanti lama kehadiran listrik penuh waktu.

Suasana semarak terasa di halaman PLTD Desa Manubar Dalam, tempat peresmian dilakukan. Anak-anak, remaja, hingga orang tua memenuhi lokasi acara. Sorak gembira terdengar ketika Bupati Ardiansyah menekan tombol sirine dan menandatangani prasasti peresmian.

Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah Sulaiman mengungkapkan rasa syukur atas kerja keras semua pihak yang akhirnya membuahkan hasil nyata.

“Setelah Desa Manubar dan Manubar Dalam, kita harapkan ada enam desa lagi yang segera menyusul menikmati listrik 24 jam. Pelan tapi pasti, penerangan akan menjangkau seluruh masyarakat Kutim,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa keberadaan listrik bukan hanya soal penerangan, melainkan juga penopang aktivitas ekonomi dan pendidikan masyarakat desa.

“Kesehatan sangat penting, terutama bagi anak-anak agar bisa belajar dengan prima, dan bagi ibu hamil agar dapat melahirkan anak yang sehat. Fasilitas apa pun yang diberikan pemerintah, tolong dijaga dan dimanfaatkan dengan baik,” pesannya.

Acara peresmian turut dirangkai dengan kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan Gerakan Masyarakat Minum Susu (Gerimis). Bupati dan rombongan minum susu serta makan buah bersama warga sebagai simbol kampanye pola hidup sehat.

Selain itu, pemerintah menyerahkan motor dinas untuk Ketua RT Desa Manubar Dalam, bantuan nutrisi tinggi kalori untuk warga, serta kelambu anti malaria. Semua disalurkan sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan pesisir timur Kutai Timur.

Bupati menutup sambutannya dengan penegasan bahwa pembangunan tidak boleh berhenti di wilayah perkotaan saja.

“Kami ingin memastikan seluruh masyarakat Kutim, tanpa terkecuali, merasakan manfaat pembangunan. Tidak ada desa yang tertinggal dari cahaya listrik maupun dari akses kesehatan. Pemerintah akan terus hadir hingga pelosok,” tegasnya.  (ADV/ProkopimKutim/E)