Baner 3

 

SANGATTA- Dihadiri langsung Buoati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman, pengurus baru Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) Kutai Timur untuk periode 2024-2029 kini secara resmi dikukuhkan. Upacara pengukuhan dilaksanakan di halaman Sekretariat IKAT dengan dihadiri pula oleh Wakil Bupati Kasmidi Bulang beserta istri, perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan kerukunan warga seperti Kutai, Dayak, Banjar, dan KKSS.

Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah Sulaiman memberikan selamat kepada pengurus yang baru dikukuhkan dan berharap agar mereka dapat menjalankan amanah dengan tanggung jawab yang penuh. Acara pengukuhan berlangsung meriah dan khidmat.

“Semoga IKAT dapat menjadi rumah yang damai, aman dan nyaman bagi seluruh warga Toraja di Kutim,” ungkapnya dengan penuh harap.

Menghadapi ribuan warga Toraja yang hadir, Ardiansyah mengajak mereka untuk bersinergi dengan Pemkab Kutim dalam mengisi dan membangun kabupaten. Dia menegaskan bahwa warga Toraja sudah menjadi bagian dari Kutim.

“Mari bersama-sama mengambil peran yang sesuai dengan kemampuan dan kapasitas kita masing-masing,” ajaknya dengan semangat.

Selain itu ia juga menekankan bahwa Kutim adalah cerminan Indonesia dalam skala kecil. Dengan berbagai budaya, adat istiadat, suku dan agama berbaur menjadi satu. Menurutnya, keanekaragaman ini justru merupakan sumber kekuatan dan keindahan daerah.

“Kita tentu saja bangsa yang berbeda. Perbedaan itu tidak membuat kita lemah, justru sebaliknya. Bangsa kita menjadi kuat karena perbedaan ini. Kata kuncinya adalah merawat dan merajut kebhinekaan ini,” tegas Ardiansyah.

Ketua IKAT periode 2024-2029, Pither Buyang, dalam pidatonya, mengapresiasi semua pihak yang telah berkontribusi dalam suksesnya acara pengukuhan ini. Ia menegaskan bahwa kini saatnya meninggalkan perbedaan pilihan politik di belakang. Tidak ada lagi kubu pasangan calon 01 dan 02. Semua sudah selesai melalui proses pemilihan secara demokratis beberapa tahun lalu dengan prinsip ‘one man, one vote’.

“Sekarang mari kita ‘sipakaboro, siporannu, dan siangkaran’ (saling sayang, saling butuh dan saling dukung, bahasa Toraja, red). Masih banyak pekerjaan yang belum selesai dan hal itu membutuhkan kerja keras kita semua,” serunya.

Dengan semangat persatuan dan kerja keras, IKAT diharapkan dapat menjadi simbol kedamaian dan kenyamanan bagi seluruh warganya, sekaligus berkontribusi aktif dalam pembangunan Kutim yang lebih baik. (*/Re)