EXPRESI.co, SANGATTA – Pembangunan dan peningkatan drainase memang salah satu upaya dan fokus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) untuk meminimalisir terjadinya banjir dan genangan air. Ada tiga proyek dikerjakan dengan pola multiyears contract atau pembiayaan tahun jamak.
Proyek ini terus mengalami progres sesuai yang diharapkan, khusus didalam kota, jalan APT Pranoto yang tersambung hingga ke jalan walter womengsidi dengan anggaran senilai Rp 25 Miliar berjalan sesuai target. Tak hanya itu, di jalan dayung yang nampaknya juga sudah terselesaikan.
Sistem yang mengalirkan air terkoneksi ke Jalan Sidodadi hingga Ilham Maulana dengan anggaran senilai Rp 40 miliar ini terlihat hampir selesai. Hanya saja masih belum difungsikan maksimal, karena masih menunggu pengerjaan di bagian lainnya.
Namun oleh kontraktor sudah dibangun titian beton yang mengubungkan bibir jalan dengan rumah warga. Agar aktivitas masyarakat yang kebanyakan pedagang tidak mengalami kendala. Beberapa alat berat seperti excavator juga masih nampak difungsikan. Untuk mengeruk tanah di bagian pengerjaan drainase baru. Memang sedikit terjadi penyempitan ruas jalan, namun tak sampai membuat macet arus lalu lintas.
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman dalam beberapa kesempatan menegaskan bahwa pembenahan Kecamatan Sangatta Utara sebagai bagian dari ibu kota Kabupaten Kutim terus dilakukan. Salah satunya sistem drainase untuk mengalirkan kelebihan air perkotaan ke badan air terdekat secepatnya agar tidak terjadi banjir. Mengendalikan erosi tanah, kerusakan jalan dan bangunan yang ada.
“Sehingga pengelolaan drainase perkotaan menjadi lebih baik. Terutama dalam meningkatkan upaya pemerintah dalam mencegah banjir,” Ujarnya.
Orang nomor satu dikutim itu meminta maaf kepada masyarakat karena pembangunan system drainase membutuhkan waktu yang agak lama dan juga akan sedikit menganggu aktivitas masyarakat. Namun ia yakin, saat seluruh proyek pembangunan peningkatan sistem drainase tersebut rampung, maka masyarakat akan menikmati dampak positifnya. Pembangunan drainase memberikan dampak positif terhadap pemukiman sekitar, meningkatkan aksesibilitas, mengurangi risiko banjir.
“Memberikan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi penduduk setempat,” Tandasnya.
Sekadar diketahui, pembangunan drainase tidak hanya meningkatkan infrastruktur perkotaan, tetapi juga memberikan peluang baru untuk sektor usaha terkait. Seperti jasa pemeliharaan drainase, industri konstruksi, dan sektor properti. Selain itu, pembangunan drainase diidentifikasi sebagai investasi jangka panjang yang dapat meningkatkan nilai properti di sekitarnya. (*/Fsl)

Tinggalkan Balasan