EXPRESI.co, TELUK PANDAN — Di tengah hujan ringan yang mengguyur pesisir Kutai Timur, kawasan tambak bandeng di Jalan Sempayang, Teluk Pandan, justru ramai oleh warga. Wisata pemancingan yang dikelola Kelompok Tani Tambak Sari menjadi magnet baru bagi masyarakat, menghadirkan kombinasi unik antara ekonomi rakyat dan wisata keluarga.

Tambak seluas 40 hektare ini bukan hanya lokasi budidaya bandeng dan udang vaname, tetapi juga ruang rekreasi bagi warga. Pengunjung cukup membayar Rp35.000 per kilogram hasil tangkapan. Setiap akhir pekan, ratusan orang datang untuk memancing, bersantai, atau mencicipi hasil panen yang bisa langsung dibakar di tempat.

Bagi warga sekitar, kegiatan ini menghadirkan peluang baru. Penjual makanan, ikan segar, hingga peralatan pancing kini bermunculan di sekitar area wisata. Suasana tambak hidup dari pagi hingga sore hari, menggambarkan denyut ekonomi pesisir yang mulai tumbuh kembali.

Salah satu pengunjung, Agus dari Bontang, menyebut suasana tambak sangat cocok untuk rekreasi keluarga.

“Kalau musim panen, saya hampir selalu ke sini. Biayanya terjangkau, dekat, dan suasananya menyenangkan. Bandengnya bisa langsung dibakar di tempat, rasanya segar dan gurih,” katanya.

Dalam peresmian wisata bandeng, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman bersama Ketua TP PKK Ny Siti Robiah ikut memancing dan mencicipi hasil panen.

“Rasanya luar biasa, bandengnya segar dan udangnya manis. Kalau wisata seperti ini terus dikembangkan, pasti banyak yang datang berkunjung,” ujar Ardiansyah.

Ia menegaskan, pemerintah berkomitmen memperkuat infrastruktur menuju kawasan tambak dan menjadikan wisata berbasis potensi lokal sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah.

“Kita ingin potensi lokal menjadi sumber ekonomi baru bagi warga. Kalau ekonomi rumah tangga kuat, maka ekonomi daerah juga akan tumbuh,” tegasnya.

Kawasan tambak Teluk Pandan kini menjadi contoh nyata sinergi masyarakat dan pemerintah. Dari kolam bandeng yang tenang, lahir denyut baru perekonomian lokal yang memberi manfaat langsung bagi warga pesisir.  (ADV/ProkopimKutim/E)