EXPRESI.co, SANGATTA — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) resmi diluncurkan, namun distribusi tahap awal masih terbatas. Dari estimasi 42 titik dapur yang dirancang, baru satu dapur yang beroperasi aktif pada hari pertama, yakni di wilayah Swarga Bara.

“Di Kutim potensi dapur dari persebaran penerima manfaat diperkirakan akan mencapai 42 titik. Setiap titik ditentukan dengan radius maksimal 6 kilometer atau waktu tempuh sekitar 20 menit dari SPPG. Karena ini hari pertama, kami akan terus melakukan evaluasi agar pendistribusian ke depan semakin baik,” ujar Koordinator Wilayah Kutim Badan Gizi Nasional (BGN), Shinta.

Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Swarga Bara menjadi pusat distribusi bagi delapan satuan pendidikan. Total 2.274 siswa menjadi penerima manfaat, termasuk 814 siswa dari SMA Negeri 2 Sangatta Utara, yang dikunjungi langsung oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman.

Dalam tinjauannya, Ardiansyah menyoroti aspek sanitasi dan kualitas makanan yang disiapkan. Ia mengingatkan agar dapur selalu terjaga dari kontaminasi dan bahan makanan tetap segar.

“Alhamdulillah, hari ini Kutim sudah melaksanakan peluncuran perdana program MBG. Yang saya tekankan adalah jangan sampai dapur terkontaminasi. Kita harus pastikan bukan hanya kandungan gizi yang terjaga, tetapi juga kebersihan. Selain itu, setiap 10 hari menu akan disusun oleh ahli gizi diharapkan anak-anak tidak bosan dan tetap terjamin kualitasnya,” kata Ardiansyah.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan petani, peternak, dan pedagang lokal dalam pemenuhan bahan makanan.

“Ahli gizi juga harus benar-benar memperhatikan kelayakan bahan baku, dan sterilisasi dapur harus dijaga dengan baik,” tambahnya.

Sementara itu, siswa kelas XII SMA Negeri 2 Sangatta Utara, Maulana, menyambut baik program ini.

“Cukup enak dan lengkap karena ada buah, sayur, dan susu. Biasanya kalau bawa bekal dari rumah, kadang seadanya. Dengan adanya program ini, kami bisa makan lebih teratur dan bergizi,” katanya.

Dengan masih terbatasnya dapur aktif dan distribusi yang baru melibatkan satu titik, pelaksanaan MBG Kutim memasuki fase penting evaluasi teknis. Pemerintah daerah berharap proses ini bisa segera diperluas dan dimatangkan untuk menjangkau seluruh penerima manfaat di wilayah Kutim.  (ADV/ProkopimKutim/E)