EXPRESI.co, SANGATTA — Rumah Jabatan Bupati Kutai Timur biasanya digunakan untuk urusan protokoler. Namun hari itu, siswa-siswi SMA dan SMP justru menguasai tempat ini dengan cara berbeda. Mereka datang bukan untuk bertemu pejabat, melainkan untuk menyelamatkan budaya lokal yang nyaris terpinggirkan.
Rembuk Budaya, nama kegiatan tersebut, digagas OSIS SMA Prima YPPSB. Dalam sehari penuh, halaman dan ruangan rumah jabatan itu disulap menjadi ruang ekspresi budaya. Bahasa Kutai, sastra lokal, ritual adat Dayak, hingga simbol-simbol warisan leluhur dihidupkan ulang oleh pelajar generasi digital yang biasanya lebih akrab dengan TikTok dan game online.
Ketua panitia dari OSIS SMA Prima YPPSB menyebut gerakan ini sebagai bentuk tanggung jawab generasi terhadap identitasnya. “Kami ingin pelajar lain tidak hanya tahu budaya, tapi juga ikut menjaga dan menghidupkannya,” ujarnya.
Kegiatan terbagi dalam dua sesi. Sesi pertama mengangkat tema bahasa Kutai, menampilkan Encek Abdul Gaffar dan Nisma Mawardah, dua penggerak budaya yang selama ini konsisten mendokumentasikan dan menghidupkan bahasa Kutai. Para siswa tidak sekadar mendengar ceramah, mereka diminta menulis puisi dan cerpen, menyanyikan lagu daerah, hingga menggambar poster pelestarian bahasa dengan tangan mereka sendiri.
Sesi kedua membahas kearifan budaya Dayak. Indra Bengeh, Kepala Adat Besar Dayak Kalimantan Timur–Kalimantan Utara, memandu langsung praktik budaya, termasuk simulasi upacara pernikahan dan ritual tolak bala.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Padliyansyah, menyebut Rembuk Budaya sebagai langkah inspiratif dari generasi muda. Ia menegaskan dukungan pemerintah, termasuk membuka akses Rumah Jabatan Bupati sebagai simbol keberpihakan negara pada pelestarian budaya.
Bukan lewat pidato panjang atau seremoni formal, pelestarian budaya di Kutim kini dijalankan oleh pelajar yang turun langsung ke lapangan. Mereka membuktikan bahwa rumah kekuasaan pun bisa menjadi ruang perlawanan terhadap kepunahan budaya, melalui puisi, lagu daerah, dan upacara adat yang mereka mainkan sendiri. (ADV/ProkopimKutim/E)

Tinggalkan Balasan