EXPRESI.co, KALIORANG – Jalan rusak menuju Pantai Marang, salah satu aset wisata alam di Kutai Timur, telah lama menyulitkan mobilitas warga dan wisatawan. Sepanjang tiga kilometer ruas jalan dari Simpang 4 Desa Bangun Jaya menuju pantai, kondisi jalan dipenuhi lubang dan material lepas yang membahayakan pengguna jalan.
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, baru-baru ini melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Dalam kunjungannya, ia mengakui bahwa perbaikan jalan sejauh ini belum ditangani pemerintah secara menyeluruh. Perbaikan yang ada justru bergantung pada inisiatif masyarakat dan dukungan perusahaan.
“Perbaikan jalan selama ini masih bersifat sementara dengan mengandalkan semangat gotong royong masyarakat,” ujar Mahyunadi. Ia menambahkan, material diperoleh dari PT Kobexindo Cement dan alat berat disediakan pihak Kecamatan Kaliorang.
Kondisi ini memperlihatkan betapa minimnya intervensi infrastruktur dari pemerintah daerah selama bertahun-tahun, padahal jalan tersebut menjadi akses utama menuju destinasi wisata potensial yang dapat menggerakkan ekonomi lokal.
Mahyunadi menyatakan bahwa rencana perbaikan baru akan masuk dalam program pengerjaan tahun 2026. Ini berarti masyarakat harus bersabar dua tahun lagi menanti akses yang layak.
“Kami berharap, dengan dukungan dari semua pihak, akses jalan di wilayah Kaliorang dapat semakin baik,” katanya.
Pemerintah Kutim menyebut peningkatan infrastruktur akan berdampak positif terhadap pariwisata dan pertanian. Namun di lapangan, warga masih mengandalkan gotong royong dan sumbangan swasta untuk menutup kebutuhan dasar mobilitas.
Keluhan terhadap lambannya respons pemerintah pun tak terelakkan. Akses jalan yang rusak tak hanya menghambat perekonomian warga, tetapi juga berisiko pada keselamatan pengguna jalan, khususnya saat musim hujan.
Jika tak segera ditangani, potensi wisata Pantai Marang hanya akan menjadi jargon tanpa dampak nyata. Infrastruktur dasar seperti jalan seharusnya bukan kemewahan, melainkan kebutuhan mendesak. (ADV/ProkopimKutim/E)

Tinggalkan Balasan