EXPRESI.co, BENGALON — Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H di Kecamatan Bengalon berlangsung semarak di Gedung Majelis Taklim Akbar. Ribuan warga dari berbagai kelompok pengajian menghadiri acara yang diisi lantunan selawat, doa, dan tausiah yang menggugah semangat cinta Rasul.
Ketua Majelis Taklim Akbar Bengalon, Umi Nurul Hikmah, mengungkapkan rasa syukur atas partisipasi jamaah.
“Kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh panitia, para jamaah, dan pihak-pihak yang telah membantu hingga acara ini terlaksana dengan lancar. Semoga kegiatan ini menjadi ladang pahala dan mendapat keberkahan dari Allah SWT,” ujarnya.
Suasana cair dengan canda ringan ketika Umi Nurul menyinggung antusias jamaah yang hadir tanpa iming-iming hadiah.
“Kehadiran kali ini benar-benar murni karena cinta kepada Rasulullah SAW,” katanya disambut tawa jamaah.
Dalam kesempatan itu, Kapolsek Bengalon AKP Asriadi mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan fasilitas publik.
“Gedung ini adalah bantuan pemerintah yang harus kita jaga dan manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Terima kasih kepada bapak Bupati yang telah memfasilitasi sarana kegiatan keagamaan bagi masyarakat,” ujarnya.
Puncak acara dihadiri Bupati Kutai Timur H Ardiansyah Sulaiman bersama Ny Hj Siti Robiah dan H Arfan, anggota DPRD Provinsi Kaltim. Ardiansyah mengajak jamaah meneladani Nabi dalam kehidupan berbangsa.
“Rasulullah SAW adalah teladan terbaik. Kita memperingati Maulid bukan sekadar seremonial, tetapi bagaimana meneladani akhlaknya dalam keseharian, dalam keluarga, pekerjaan, dan masyarakat,” tuturnya.
Dalam tausiah penutup, Dr H Shobirin Bagus menyampaikan pesan nasionalisme melalui nilai-nilai Islam.
“Pancasila bukan bertentangan dengan ajaran Islam, tetapi justru selaras dengan nilai-nilai Al-Qur’an. Karena itu, mari kita jaga keutuhan bangsa dengan meneladani akhlak Rasulullah,” pesannya.
Acara ditutup dengan pembagian simbolik pohon maulid yang dihiasi hasil bumi. Tradisi khas ini menjadi lambang syukur dan kebersamaan warga Bengalon. Dari peringatan Maulid, tumbuh kesadaran bahwa meneladani Nabi juga berarti menjaga persatuan dan kemaslahatan umat. (ADV/ProkopimKutim/E)

Tinggalkan Balasan