EXPRESI.co, SANGATTA — Di tengah persaingan ketat antar-daerah dalam ajang Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, Festival Lom Plai dari Kutai Timur (Kutim) berhasil menembus tahap seleksi administrasi. Dari sepuluh daerah di Kalimantan Timur (Kaltim) yang mengajukan proposal, hanya empat event yang dinyatakan lolos.

Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kutim, Akhmad Rifanie, mengungkapkan rasa syukurnya.

“Setelah melalui proses pengusulan proposal dan tahap administrasi, kami bersyukur Festival Lom Plai dinyatakan lolos untuk melangkah ke tahap presentasi dan kurasi,” ujarnya.

Menurutnya, penilaian Kemenparekraf tidak hanya menitikberatkan pada kreativitas acara, tetapi juga konsistensi penyelenggaraan dan dampak bagi masyarakat.

“Event harus punya rekam jejak yang kuat, bukan hanya sekali atau dua kali diadakan. Harus berkelanjutan dan memiliki dampak ekonomi serta budaya yang jelas bagi masyarakat,” jelasnya.

Tahap berikutnya akan diisi presentasi dan kurasi oleh tim independen, di mana Kutim akan menampilkan keunggulan Festival Lom Plai secara komprehensif.

“Kami sedang mempersiapkan seluruh materi dan data pendukung untuk keperluan presentasi tersebut. Rencananya akan dilaksanakan pada minggu pertama bulan November 2025,” terang Rifanie.

Festival Lom Plai sendiri merupakan perayaan adat dan budaya suku Dayak Wehea, yang menampilkan ritual, tarian, dan kesenian tradisional sebagai simbol pelestarian jati diri dan harmoni dengan alam.

“Lom Plai bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga simbol pelestarian jati diri daerah,” ujarnya.

Rifanie menegaskan, keberhasilan ini adalah hasil dari arah kebijakan Pemkab Kutim dalam memperkuat ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

“Kami berharap dukungan semua pihak agar Lom Plai tidak hanya menjadi agenda tahunan daerah, tapi juga ikon nasional yang mengharumkan nama Kutim,” tutupnya.  (ADV/ProkopimKutim/E)