EXPRESI.co, SANGATTA — Senyum warga Desa Manubar dan Manubar Dalam mewarnai peresmian layanan listrik 24 jam di Kecamatan Sandaran. Setelah sekian lama hanya bergantung pada listrik malam hari, kini masyarakat dapat beraktivitas penuh waktu berkat pengoperasian PLTD Manubar Dalam.

Acara peresmian berlangsung di halaman Kantor Camat Sandaran dan dipimpin Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman bersama Ketua TP PKK Siti Robiah. Hadir pula Plt Camat Sandaran Mulyadi, Manager PLN UP3 Bontang Sri Wahyuningsih, serta tokoh masyarakat setempat.

“Alhamdulillah, warga Manubar dan Manubar Dalam kini bisa menikmati listrik 24 jam. Ini hasil kerja sama antara pemerintah daerah, PLN, dan masyarakat. Setelah dua desa ini, ada enam desa lain yang segera menyusul,” kata Ardiansyah.

Bupati mengingatkan pentingnya menjaga jaringan listrik agar berfungsi optimal dan menggunakannya untuk kegiatan yang mendukung ekonomi desa.

Sementara itu, Manager PLN UP3 Bontang Sri Wahyuningsih menegaskan bahwa peningkatan layanan di dua desa tersebut merupakan bagian dari upaya PLN menghadirkan keadilan energi di Kutai Timur.

“Saat ini terdapat 482 pelanggan, terdiri dari 190 pelanggan di Desa Manubar dan 292 di Manubar Dalam. Dengan layanan 24 jam, kami berharap kualitas hidup masyarakat semakin baik, kegiatan ekonomi berkembang, dan produktivitas meningkat,” jelasnya.

Plt Camat Mulyadi menyebut perubahan ini sangat berarti bagi warga Sandaran.

“Dulu listrik hanya menyala malam hari. Sekarang, masyarakat bisa beraktivitas siang dan malam tanpa khawatir padam. Ini dampak yang benar-benar terasa,” ucapnya.

Peresmian listrik 24 jam di dua desa Manubar menjadi momentum penting bagi pemerataan pembangunan. Cahaya yang kini menyala tanpa henti menjadi penanda bahwa pelayanan energi di Kutai Timur terus bergerak maju.  (ADV/ProkopimKutim/E)