EXPRESI.co, SANGATTA — Komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dalam membangun sektor ekonomi kreatif terus menguat. Melalui program SINDaKRAF 2025 (Sinergi Data Ekonomi Kreatif), Dinas Pariwisata Kutim mengajak seluruh pelaku usaha kreatif untuk bergabung dalam sistem pendataan terpadu yang menjadi fondasi kebijakan pengembangan sektor ini.
Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kutim, Akhmad Rifanie, menjelaskan bahwa program ini bukan hanya pendataan semata, melainkan gerakan kolaboratif untuk membangun ekosistem kreatif yang terhubung dan saling mendukung.
“Kita perlu membangun basis data yang akurat dan terintegrasi agar program pengembangan ekonomi kreatif dapat berjalan efektif dan tepat sasaran,” katanya.
Melalui SINDaKRAF, pemerintah akan memetakan sektor-sektor kreatif seperti seni pertunjukan, kuliner, kriya, mode, hingga ekonomi digital. Data yang terkumpul nantinya menjadi dasar dalam penyusunan program pelatihan, promosi produk, serta fasilitasi akses pasar bagi pelaku lokal.
Rifanie menambahkan, partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan program ini. Dispar Kutim membuka pendaftaran terbuka melalui barcode resmi agar pelaku usaha kreatif dari berbagai kecamatan dapat bergabung.
“Dengan data yang kuat, kita bisa melangkah lebih jauh. Mari bersama-sama mengembangkan ide, karya, dan inovasi untuk memajukan pariwisata serta ekonomi kreatif di Bumi Tuah Etam tercinta,” tuturnya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa ekonomi kreatif tidak bisa dipisahkan dari sektor pariwisata.
“Ekonomi kreatif adalah ruh dari pariwisata. Ia tidak hanya menghadirkan daya tarik tambahan bagi wisatawan, tetapi juga menjadi wadah ekspresi budaya lokal dan penciptaan lapangan kerja baru bagi masyarakat,” ujarnya.
Melalui langkah ini, Dispar Kutim berharap lahir jaringan kreatif lintas sektor yang mampu mengangkat potensi lokal ke panggung nasional bahkan internasional. SINDaKRAF 2025 menjadi momentum penting untuk menumbuhkan ekonomi kreatif yang inklusif, kolaboratif, dan berdaya saing global. (ADV/ProkopimKutim/E)

Tinggalkan Balasan