EXPRESI.co, SAMARINDA — Sebanyak 41 aparatur sipil negara (ASN) dari tujuh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan III Tahun 2025 yang digelar Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI di Kampus Pusjar-SKPP, Sempaja.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program nasional untuk memperkuat kualitas dan karakter kepemimpinan di level menengah birokrasi. Peserta terdiri atas perwakilan Kutai Timur (14 orang), Kutai Kartanegara (10), Bulungan (6), Paser (3), Penajam Paser Utara (3), Samarinda (3), dan Berau (2).
Bupati Kutai Kartanegara dr. Aulia Rahman Basri hadir sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya keseimbangan antara penguasaan teknologi dan penguatan nilai kebangsaan.
“Seorang pemimpin birokrasi harus adaptif, inovatif, sekaligus berkarakter. Pancasila harus menjadi kompas moral dalam setiap pengambilan kebijakan,” ucapnya di hadapan para peserta.
Menurut Aulia, perubahan yang cepat akibat kemajuan digital tidak boleh membuat ASN kehilangan nilai-nilai dasar. Ia menilai karakter dan integritas tetap menjadi fondasi utama dalam menjalankan birokrasi yang melayani masyarakat.
LAN RI melalui pelatihan ini membekali peserta dengan empat pilar kepemimpinan, yaitu adaptif dan inovatif, penguatan nilai Pancasila, wawasan kebangsaan, serta integritas dan etika kepemimpinan. Keempatnya dianggap menjadi kunci dalam menghadapi tantangan global dan birokrasi digital yang semakin kompleks.
Sesi yang dimoderatori Widyaiswara Ahli Madya Pusjar-SKPP berjalan dinamis. Peserta aktif berbagi pandangan tentang strategi membangun inovasi pelayanan publik tanpa meninggalkan nilai kebangsaan.
Selain Aulia, dua kepala daerah lain juga akan hadir sebagai pembicara, yakni Wali Kota Samarinda Andi Harun pada 24 September dan Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman pada 26 September 2025.
Selama dua pekan, peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga diarahkan untuk merancang aksi perubahan yang aplikatif di instansi masing-masing. Melalui proses ini, LAN RI berharap lahir pemimpin birokrasi baru yang tidak hanya unggul dalam kompetensi, tetapi juga berintegritas dan berjiwa kebangsaan. (ADV/ProkopimKutim/E)

Tinggalkan Balasan