EXPRESI.co, SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) menggandeng Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta (FMIPA UNY) untuk menyusun Masterplan Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Langkah ini menandai sinergi penting antara dunia akademik dan pemerintah dalam memperkuat arah pembangunan digital yang ilmiah dan terukur.
Pembahasan kerja sama tersebut dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, yang dibuka oleh Wakil Bupati Mahyunadi, didampingi unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, serta perwakilan PLN, Telkom, Telkomsel, dan Indosat.
Kepala Diskominfo Staper Ronny Bonar menyebut kolaborasi ini menjadi momentum penting untuk menata fondasi digital Kutim secara sistematis. “Kami ingin setiap kebijakan dan program TIK Kutim memiliki arah yang jelas dan berorientasi pada hasil. Dengan dukungan akademisi, perencanaan akan lebih kuat dan berbasis data,” ungkapnya.
Ronny menambahkan, penyusunan masterplan ini bukan semata dokumen formal, melainkan pedoman strategis bagi semua perangkat daerah agar kebijakan digital selaras dengan visi pembangunan daerah.
Wabup Mahyunadi menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem digital daerah. “Kerja sama dengan FMIPA UNY sangat strategis. Kami ingin digitalisasi Kutim menjadi gerakan bersama yang terukur, terintegrasi, dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Mahyunadi berharap hasil penyusunan masterplan ini dapat menjadi acuan kebijakan pada perencanaan tahun 2026 dan seterusnya. “Kegiatan seperti ini seharusnya dilakukan sejak awal agar pembangunan digital lebih merata hingga ke pelosok desa,” katanya.
Kerja sama ini diharapkan menghasilkan dokumen yang mencakup peta jalan jaringan digital, tata kelola data, keamanan siber, dan integrasi layanan publik.
Sinergi Pemkab Kutim dan FMIPA UNY menjadi contoh bagaimana pemerintah daerah membuka ruang kolaborasi berbasis ilmu pengetahuan untuk memastikan digitalisasi benar-benar menjadi jembatan menuju tata kelola pemerintahan yang efisien, transparan, dan melayani. (ADV/ProkopimKutim/E)

Tinggalkan Balasan