EXPRESI.co, SANGATTA — Persaingan memperebutkan Beasiswa Kutim Cerdas 2025 semakin ketat. Dari 553 mahasiswa yang mendaftar, hanya 113 yang dinyatakan lolos. Artinya, hanya sekitar 1 dari 5 pendaftar yang berhasil melewati seleksi program beasiswa hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dan PT Kaltim Prima Coal (KPC) ini.
Program yang sudah berlangsung sejak tahun 2000 itu mencatatkan total penerima manfaat sebanyak 4.298 mahasiswa hingga saat ini. Namun, pada tahun 2025, proses seleksi dilakukan dengan lebih ketat, mengutamakan capaian akademik dan komitmen membangun daerah.
“Persyaratan utama adalah IPK minimum 3,00 serta penilaian dari motivation letter yang menggambarkan motivasi dan komitmen mahasiswa untuk membangun Kutim,” jelas Febriana Kurniasari dari Komite Beasiswa.
Dari total penerima, 85 orang berasal dari jenjang D3/D4/S1, 25 orang menempuh S2, dan 3 orang tengah menempuh program S3. Beasiswa ini diberikan kepada mahasiswa asal Kutim yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi, sebagai bagian dari misi meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menggarisbawahi pentingnya pendidikan sebagai strategi pembangunan. “Pendidikan adalah kunci utama dalam memutus rantai kemiskinan dan membuka peluang masa depan yang lebih baik,” katanya.
Ia juga menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor. “Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, kita perlu dukungan semua pihak, termasuk dunia usaha,” tegasnya.
Dari pihak perusahaan, GM External Affairs and Sustainable Development PT KPC, Wawan Setiawan, menyatakan komitmen perusahaannya untuk terus mendukung. “KPC akan selalu bersinergi dengan pemerintah daerah dalam bidang pendidikan,” ucapnya.
Salah satu penerima, Ikhsan Setianata, mahasiswa Hukum Universitas Mulawarman asal Bengalon, mengaku bersyukur bisa lolos. “Beasiswa ini tidak hanya meringankan beban pendidikan, tetapi juga memberi semangat bagi kami untuk terus berprestasi,” katanya.
Dengan seleksi ketat dan pengawasan berlapis, Beasiswa Kutim Cerdas 2025 tak sekadar program rutin. Ia telah menjadi barometer kualitas SDM muda Kutim yang layak diberi kesempatan lebih. (ADV/ProkopimKutim/E)

Tinggalkan Balasan