EXPRESI.co, SANGATTA — Peluncuran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kutai juga melibatkan generasi muda yang ikut menyuplai bahan baku dari kebun ke dapur. Hal ini memberi warna baru dalam program Makan Berigizi Gratis (MBG) demi pemenuhan gizi anak sekolah.
Salah satu SPPG yang mulai beroperasi adalah SPPG Dayung, berlokasi di Kelurahan Teluk Lingga, Sangatta Utara. Dari dapur ini, makanan bergizi disalurkan ke dua sekolah penerima manfaat, yakni SMPN 1 Sangatta Utara dengan 1.413 siswa dan SMKN 2 Sangatta Utara. Total 2.596 siswa menerima manfaat makan bergizi setiap Senin hingga Jumat.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman hadir dalam peluncuran bersama Wakil Bupati Mahyunadi, Ketua DPRD Jimmi, dan unsur Forkopimda. Ia menyebut keterlibatan pemuda dalam rantai pasok bahan pangan sebagai langkah strategis.
“Inilah wujud nyata peran generasi muda dalam mendukung kemandirian pangan daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,” kata Ardiansyah.
Habibi, perwakilan Komunitas Pemuda Kutim Hebat, mengaku senang bisa terlibat langsung. “Ini bukti bahwa pemuda Kutim bisa mandiri dan memberi kontribusi nyata bagi bangsa,” ujarnya.
Ia juga mengajak pemuda lain untuk ikut bergerak. Dari pelibatan petani muda hingga penyaluran langsung ke sekolah, program ini disebut-sebut membuka lapangan kerja baru di sektor pertanian lokal.
Menurut Ardiansyah, jika bahan pangan berasal dari petani lokal, maka dampak ekonominya terasa langsung. “Selain memberi gizi bagi anak-anak sekolah, program ini sekaligus membuka pasar dan meningkatkan kesejahteraan petani di Kutim,” ujarnya.
Pemerintah daerah menyiapkan pembangunan 40 SPPG di seluruh wilayah, dengan 12 unit di antaranya berada di Kecamatan Sangatta Utara. Ardiansyah menyebut langkah ini sebagai investasi jangka panjang.
“Kalau hari ini kita serius memperhatikan gizi anak-anak kita, maka pada tahun 2045 mereka akan tumbuh menjadi generasi emas, sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi,” ujarnya. (ADV/ProkopimKutim/E)

Tinggalkan Balasan