EXPRESI.co, BONTANG – Banyak orang sering kali mengaitkan kecantikan dengan bagaimana bentuk tubuh kita. Tidak jarang ini membuat kita kesulitan untuk menerima tubuh kita bahkan membenci tubuh kita sendiri. Dari sini muncul lah kalimat seperti body positivity, sebuah himbauan untuk mencintai dan menerima tubuh kita apa adanya.
Namun, sering kali orang lain kesulitan untuk menerapkan body positivity dalam hidupnya. Mereka kemudian mengadopsi pendekatan seperti fake it till you make it. Sederhananya, berusaha berpura-pura untuk mencintai dan menerima tubuh sendiri sampai kepura-puraan itu menjadi nyata.
Beberapa berhasil, beberapa lainnya seperti Jameela Jamil merasa lelah dan tidak sanggup. Ia kemudian mencoba pendekatan baru untuk menyayangi tubuhnya dan menyebutnya body neutrality.
Jameela Jamil adalah seorang artis, presenter radio, model, penulis dan aktivis asal Inggris. Ia adalah founder I Weigh, sebuah wadah radikal yang inklusif dalam bentuk komunitas. Salah satu isu yang dikawal komunitas ini adalah mengubah aturan global di Facebook dan Instagram terkait produk diet dan detox yang ditujukan kepada anak di bawah umur.
Body Neutrality ala Jameela Jamil
Jameela Jamil mengajarkan kepada semua orang bahwa tubuh adalah bagian dari diri kita yang memiliki fungsi tertentu. Body neutrality fokus pada apa yang tubuh kita lakukan, bukan pada bagaimana bentuk tubuh kita. Idenya adalah, kita dapat menjalani hari kita tanpa memikirkan tubuh kita baik secara positif atau pun negatif.
Ia ingin menekankan bahwa seseorang bisa eksis dan dihormati tanpa harus melihat bagaimana tubuh seseorang. Anggap saja tubuh sebagai sebuah mesin yang mampu menjalankan fungsinya agar manusia dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan baik, tanpa harus memikirkan bagaimana tampilan dari mesin tersebut. Menurut Jamil, ketika kita fokus pada fungsi tubuh, kita dapat melihat tubuh kita dengan lebih objektif.
Misalnya, ketika berbicara mengenai berat badan. Jika kita hanya fokus pada berat yang dianggap masyarakat sebagai berat ideal, kita mungkin akan melakukan diet ekstrim agar penampilan kita sesuai. Namun, jika kita memikirkan mengenai fungsi tubuh kita, kita mungkin akan melakukan diet jika berat kita mengganggu aktivitas sehari-hari seperti membuat kita kesulitan bergerak karena obesitas atau kekurangan gizi akibat terlalu kurus.

Tinggalkan Balasan