EXPRESI.co, BONTANGMuhammad Febri Kaharuddin Jafar tak menyangka namanya kembali dipercaya di lingkup organisasi kepemudan. Mantan Ketua DPD KNPI Kota Bontang itu ditunjuk sebagai salah satu Tim Caretaker DPD KNPI Kalimantan Timur oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) KNPI.

Penunjukan Muhammad Febri Kaharuddin Jafar sebagai bagian dari Tim Caretaker DPD KNPI Kalimantan Timur oleh DPP KNPI menghadirkan babak baru dalam dinamika kepemudaan Kaltim.

Kehadiran Febri dalam tim Caretaker juga akan memberi pengaruh terhadap dinamika di tubuh KNPI Bontang. Eks Ketua DPD KNPI Bontang ini apakah mampu membawa harapan baru bagi penyatuan pemuda Bontang yang kembali dihantui isu dualisme.

Febri, yang akrab disapa Febri KJ, mengaku tak menyangka mendapat kepercayaan langsung dari Ketua Umum DPP KNPI, Putri Khairunnisa. “Saya pribadi cukup kaget ketika dihubungi DPP. Mungkin apa yang saya lakukan selama ini di Bontang jadi pertimbangan,” ujarnya, Selasa (15/7/2025).

Febri menyebut amanah ini sebagai bentuk pengakuan terhdap kontribusi pemuda Bontang dalam menggerakkan roda organisasi kepemudaan di Kalimantan Timur.

“Jarang ada pemuda Bontang dipercaya langsung DPP untuk posisi strategis di tingkat provinsi,” ujarnya.

Namun di balik mandat provinsi yang ia emban, masih ada satu pertanyaan krusial, bagaimana dengan KNPI Bontang?

Febri menjawab lugas, “Saya sah hasil Musda X. Jadi sampai sekarang unsur kesinambungan ketua masih ada di Musda X saya kemarin dan saya rasa belum kemana-mana ini barang.”

Ia menyebut, Musda X pada 8 Februari 2024 lalu merupakan titik rekonsiliasi penting bagi KNPI Bontang. Tiga kubu yang sempat berseteru sejak 2015, yakni kubu Rasyid, Ical, dan Supriyadi berhasil disatukan dalam forum tersebut. Febri pun terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD KNPI Bontang periode 2024–2027.

“Sampai hari ini kan, saya yang masih sah membawa Musda penyatuan pemuda dengan menggabungkan 3 kubu pimpinan KNPI Bontang yang sudah ada sejak 2015 dulu, Ketua Rasyid, Ketua Ical dan Ketua Supriyadi,” imbuhnya.

Namun, dinamika baru muncul pasca pelantikan kepengurusan KNPI versi lain pada Mei 2025 lalu. Febri mengaku diundang dalam acara tersebut, tetapi bukan dalam kapasitasnya sebagai Ketua KNPI Bontang.

“Saya hanya diundang atas nama pribadi. Ini yang membingungkan. Apakah pelantikan itu membawa semangat penyatuan seperti Musda X? Itu yang belum jelas,” katanya.

Sebagai bagian dari Tim Caretaker DPD KNPI Kaltim, Febri menyatakan niatnya untuk menyelesaikan konflik internal KNPI Bontang dengan pendekatan yang santun dan solutif.

“Saya fokus pada amanat SK dari DPP, yakni menertibkan DPD-DPD yang tidak sesuai hasil Kongres XVI KNPI 2022 di Jakarta. Kalau di Bontang masih terjadi dualisme, ayo kita buka ruang diskusi,” ucapnya.

Febri menyayangkan kondisi KNPI Bontang yang kerap dimanfaatkan oleh pihak luar setiap kali terjadi konflik internal. “Tiap ada konflik, yang menikmati klaim keberhasilan itu orang luar KNPI. Kita sendiri hanya mewarisi konflik antar sesama anak Bontang,” sindirnya.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen pemuda kota Taman untuk kembali duduk bersama, mengingat kembali semangat penyatuan Musda X, dan menjadikan momentum ini sebagai jalan damai menuju “Generasi Emas Kaltim”.

“Kalau bukan anak Bontang yang mikirkan Bontang, siapa lagi? Saya ingin menyelesaikan ini dengan cara-cara yang bijaksana sesuai kearifan lokal dan pastinya akan membawa semangat penyatuan seperti Musda X kemarin,” tutupnya. (*/Fn)