EXPRESI.co, SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) tidak bergerak sendiri dalam menjalankan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Komitmen penuh ditunjukkan seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dengan hadir langsung mendampingi Bupati Ardiansyah Sulaiman saat meresmikan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Dayung, Kelurahan Teluk Lingga, Sangatta Utara.

Pada peresmian tersebut, hadir Wakil Bupati Mahyunadi, Ketua DPRD Kutim Jimmi, dan unsur Forkopimda lainnya. Langkah bersama ini menjadi penanda kuatnya koordinasi antar lembaga untuk memastikan bahwa program MBG berjalan sesuai target, aman, dan memberi manfaat langsung kepada masyarakat.

“Program Makan Bergizi Gratis ini bukan hanya soal kesehatan anak-anak sekolah, tetapi juga bagian dari upaya besar kita memperkuat ketahanan pangan nasional. Pemkab Kutim bersama Forkopimda akan terus mendukung, agar program ini benar-benar memberi manfaat nyata bagi generasi kita,” kata Ardiansyah.

Program MBG yang digagas Badan Gizi Nasional (BGN) kini telah menjangkau dua sekolah di Sangatta Utara, melalui operasional SPPG Dayung. Total 2.596 siswa menjadi penerima manfaat di SMPN 1 Sangatta Utara dan SMKN 2 Sangatta Utara, dengan layanan makanan bergizi setiap Senin sampai Jumat.

Ketua DPRD Kutim Jimmi menegaskan bahwa pengawasan terhadap pelaksanaan program ini menjadi perhatian serius legislatif. “Kami di DPRD Kutim siap memberi dukungan politik dan pengawasan agar program ini berjalan lancar. Anak-anak kita adalah masa depan Kutim dan bangsa. Dengan gizi yang baik, mereka akan tumbuh sehat, cerdas, dan siap bersaing,” ujarnya.

Tak hanya soal gizi, program ini juga menyerap produk dari petani lokal, membuka peluang pasar baru, dan memperkuat ekonomi masyarakat. Ardiansyah menyebut, “Artinya, selain memberi gizi bagi anak-anak sekolah, program ini sekaligus membuka pasar dan meningkatkan kesejahteraan petani di Kutim.”

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap keterlibatan generasi muda dalam pasokan bahan baku pertanian, termasuk sayuran. “Inilah bentuk nyata semangat gotong royong untuk Indonesia sehat dan mandiri,” tambahnya.

Ke depan, Pemkab Kutim menargetkan pembangunan 40 unit SPPG untuk memperluas cakupan program. Dengan kehadiran Forkopimda yang aktif sejak awal, Kutim menegaskan bahwa MBG bukan sekadar proyek jangka pendek, tetapi investasi bersama dalam menciptakan generasi sehat yang siap menyongsong masa depan.  (ADV/ProkopimKutim/E)