Ekonomi Lesu, Pasar Tamrin Sepi: BW Tantang Calon Walikota Bontang untuk Bertindak

Redaksi

Ekonomi Lesu, Pasar Tamrin Sepi: BW Tantang Calon Walikota Bontang untuk Bertindak
Anggota DPRD Bontang Bakhtiar Wakkang. (Y/dok.Expresi)

EXPRESI.co, BONTANG – Kondisi Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin) di Bontang terus memprihatinkan. Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Bakhtiar Wakkang, mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi pasar yang sepi dan berdampak buruk bagi para pedagang.

“Kondisi ekonomi para pedagang di Pasar Tamrin sangat mengkhawatirkan. Banyak yang mengalami kesulitan hingga menyebabkan perceraian dan kebangkrutan. Beberapa bahkan terpaksa menutup usaha dan kembali ke kampung halaman,” ujarnya pada Selasa (8/7/2024).

Bakhtiar, yang akrab disapa BW, menuding pemerintah seolah menutup mata dan telinga terhadap permasalahan ini. Ia menuntut pemerintah untuk memberikan perhatian lebih kepada nasib para pedagang dan menciptakan pasar yang lebih baik.

BACA JUGA:  Komisi II DPRD Bontang Pertanyakan Ketidakjelasan Laba dan Modal Dasar dalam Raperda PDAM Tirta Taman

“Pemerintah jangan seolah-olah tutup mata dan telinga. Perhatikan nasib para pedagang, buatkan mereka pasar yang komprehensif seperti pasar-pasar lain pada umumnya,” tegasnya.

Tidak hanya mengkritik, politisi Partai NasDem ini juga menantang calon pemimpin Kota Bontang untuk berani memindahkan dan mengubah konsep pasar, khususnya Pasar Tamrin. Ia berjanji akan mendukung calon yang berani mengambil langkah tersebut.

BACA JUGA:  Ketua DPRD Kembali Soroti Jalan di Bontang Lestari

“Saya tantang calon pimpinan Kota Bontang, siapapun yang berani memindahkan pasar, saya jamin akan saya ajak semua orang Rawa Indah untuk memilih pemimpin itu. Berani atau tidak,” tantangnya.

Kondisi Pasar Tamrin yang semakin memburuk memang memerlukan perhatian serius. Diharapkan, dengan tindakan yang tepat, pasar ini dapat kembali menjadi pusat kegiatan ekonomi yang menguntungkan bagi semua pihak. (Adv)

Print Friendly, PDF & Email

Also Read

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer