EXPRESI.co, SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, akhirnya angkat bicara soal keterlambatan tahapan penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025. Menurutnya, keterlambatan bukan semata karena faktor administratif, melainkan karena proses penyesuaian anggaran yang rumit dengan situasi terkini, terutama terkait efisiensi.

“Semuanya kita menyesuaikan dengan kondisi kekinian. Di Kaltim juga demikian, beberapa daerah juga demikian. Jadi memang terkait dengan efisiensi ini sangat menguras tenaga kita untuk menyesuaikan sehingga memakan waktu yang lama,” ujar Ardiansyah dalam sebuah pernyataan baru-baru ini.

Proses efisiensi tersebut membuat waktu penyusunan dokumen penting seperti Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (RKUA) dan Rancangan Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (RPPAS) menjadi lebih panjang dari biasanya. Ia mengakui bahwa penyesuaian semacam ini memang perlu dilakukan, namun perlu dikawal agar tidak berdampak pada keterlambatan kegiatan di lapangan.

Ardiansyah menyoroti pentingnya efektivitas penyerapan anggaran, khususnya dalam beberapa bulan pertama tahun anggaran berjalan. Ia tak ingin ada program yang tertunda hanya karena persoalan teknis di awal.

“Saya berharap nanti pada saat pembahasan, jangan sampai ada kegiatan-kegiatan yang mungkin tidak akan terserap selama 3 atau 4 bulan ini. Jadi maksimalkan anggaran terserap dengan kegiatan yang memungkinkan,” katanya.

Untuk itu, ia telah menginstruksikan seluruh unsur Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) serta kepala perangkat daerah agar hadir secara aktif dalam seluruh sesi pembahasan bersama DPRD.

“Saya sudah minta dibuatkan surat. Semua TAPD dan kepala PD wajib hadir di tempat terkait pembahasan ini,” tegasnya.

Langkah ini diambil agar pembahasan dapat berlangsung tuntas dan tidak menunda implementasi program yang telah dirancang. Pemerintah Kutim menargetkan penyerapan anggaran bisa berjalan maksimal tanpa menyisakan ruang bagi keterlambatan teknis di tahun anggaran mendatang.  (ADV/ProkopimKutim/E)