Expresi, Bontang – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang mengambil langkah proaktif untuk mengatasi kesulitan perusahaan dalam memenuhi kewajiban pelaporan investasi.
Melalui pola pembinaan yang diperkuat, DPMPTSP Bontang bertekad memastikan seluruh pelaku usaha, dari yang lama hingga yang baru merintis, dapat melaporkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) tepat waktu.
Sudarmi, Analis Kebijakan Ahli Muda Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal DPMPTSP Bontang, mengungkapkan bahwa pihaknya menerapkan empat metode pembinaan secara berlapis. Pendekatan ini dirancang untuk menjangkau perusahaan dengan kebutuhan yang beragam, sekaligus menjamin informasi mengenai LKPM tidak hanya tersampaikan, tetapi juga benar-benar dipahami.
“Setiap pendekatan diatur untuk menjangkau perusahaan dengan kebutuhan yang berbeda, sekaligus memastikan informasi mengenai LKPM tidak hanya disampaikan, tetapi juga benar-benar dipahami,” jelasnya.
Strategi Pembinaan Berlapis
Metode pembinaan dimulai dengan Monitoring Lapangan. Kegiatan ini dilakukan untuk melihat langsung aktivitas usaha dan menilai tingkat kepatuhan perusahaan terhadap aturan pelaporan investasi. Monitoring ini juga mencakup identifikasi perusahaan untuk memetakan mana yang sudah aktif melaporkan dan mana yang memerlukan pembinaan intensif.
Selanjutnya, Sosialisasi dijadikan ruang edukasi yang lebih terarah bagi banyak pelaku usaha. Untuk perusahaan yang memerlukan asistensi lebih mendalam, DPMPTSP menyediakan Pendampingan Langsung.
“Jadi didampingi, kami benar-benar meluangkan waktu untuk pendampingan teman-teman pelaku usaha,” tambahnya, menekankan komitmen instansinya.
Menarik Perusahaan yang Pasif
Meskipun telah menerapkan pola pembinaan yang intensif, Sudarmi mengakui masih ada perusahaan yang bersikap pasif. Untuk mengatasi hal ini, pendekatan aktif tetap diterapkan, termasuk mengundang perusahaan yang belum tertib untuk datang ke kantor DPMPTSP.
“Kalau saat sosialisasi ada yang tidak bisa hadir, mereka bisa datang ke kantor dan kami tetap dampingi,” tutupnya.
Dengan strategi berlapis ini, DPMPTSP Bontang berharap dapat meningkatkan kualitas pelaporan investasi dan menciptakan iklim usaha yang lebih tertib dan patuh di Kota Bontang. (Adv)

Tinggalkan Balasan