EXPRESI.co, MUARA ANCALONG — Rapat koordinasi perbaikan jalan di Kecamatan Muara Bengkal yang digelar Senin, 5 Mei 2025, menghadirkan harapan sekaligus tantangan baru. Di tengah cuaca yang tak menentu, tiga perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah itu menyatakan komitmen membantu pemerintah memperbaiki akses jalan yang rusak berat.

Pertemuan berlangsung di ruang rapat Kantor Camat Muara Ancalong, dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, bersama Camat Muara Bengkal, para kepala desa, serta perwakilan dari PT Nala, PT Telen, dan PT Sinar Mas.

Dalam rapat, Camat Muara Bengkal, Norhadi, menyoroti kondisi di lapangan yang jauh dari layak. Ia menyebut Desa Senambah masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar. “Masih minimnya infrastruktur dasar di Desa Senambah,” ujarnya. Ia menambahkan, selain ketiadaan aliran listrik dan air bersih PDAM, kondisi jalan rusak berat memperburuk mobilitas warga.

Kepala Desa Senambah, Ahmad Lamo, menyampaikan bahwa pihak desa sudah berupaya berkoordinasi dengan sejumlah perusahaan. Namun perbaikan yang sempat dimulai terhambat cuaca ekstrem. “Pelaksanaan perbaikan terkendala cuaca ekstrem dan musim hujan yang mempersulit pengerjaan di lapangan,” katanya.

Perwakilan Desa Ngayau menambahkan bahwa proyek sempat berjalan namun berhenti di tengah jalan tanpa kejelasan. Situasi ini menambah kekhawatiran masyarakat yang menggantungkan kegiatan ekonomi pada akses jalan tersebut.

Wakil Bupati Mahyunadi memutuskan langkah cepat untuk membagi peran setiap perusahaan. “PT Nala akan menurunkan satu unit truk dan satu alat berat, PT Telen akan menurunkan satu unit truk dan satu alat berat di lokasi Kowari, dan PT Sinar Mas menyumbang tiga unit truk,” tegasnya.

Sementara itu, PT Telen menyatakan kesediaannya membantu dengan catatan menunggu surat permohonan resmi. PT Nala menjelaskan alat berat mereka hanya sempat beroperasi selama tujuh hari karena cuaca dan kini menunggu instruksi lanjutan. PT Sinar Mas menjadi satu-satunya perusahaan yang langsung menyampaikan kesiapan penuh di forum.

Sebagai tindak lanjut, pihak kecamatan akan membentuk tim percepatan perbaikan jalan yang bekerja fleksibel menyesuaikan kondisi cuaca. Rapat ditutup dengan kesepakatan bersama seluruh pihak untuk mempercepat pemulihan akses jalan di kawasan tersebut.

Kendati kesepakatan sudah dibuat, tantangan nyata masih menanti di lapangan. Cuaca yang tak menentu, kondisi tanah yang mudah rusak, serta keterbatasan alat menjadi ujian pertama bagi kolaborasi antara pemerintah dan perusahaan dalam membuktikan janji mereka pada masyarakat Muara Bengkal.*  (ADV/ProkopimKutim/E)