EXPRESI.co, KAUBUN — Semangat ketahanan pangan dan regenerasi petani kembali digaungkan oleh Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman. Dalam kegiatan Panen Raya Musim Tanam II dan Gerakan Tanam Perdana Musim Tanam III di Desa Cipta Graha, Kecamatan Kaubun, ia menegaskan pentingnya memanfaatkan teknologi untuk menarik minat generasi muda ke sektor pertanian.

“Kita ingin pertanian Kutim semakin maju, petani semakin sejahtera, dan masyarakat bisa merasakan manfaat dari kemandirian pangan,” ujarnya di hadapan petani dan masyarakat yang hadir.

Acara panen yang diselenggarakan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutim bersama Gapoktan Cipta Graha itu dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Dandim 0909/KTM Letkol Arh Ragil Setyo, Danlanal Sangatta Letkol Laut (P) Fajar Yuswantoro, Wakapolres Kutim Kompol Ahmad Abdullah, serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kutim Ery Mulyadi.

Momentum panen kali ini terasa berbeda karena menggunakan alat panen modern bantuan Bank Indonesia (BI). Mesin tersebut membuat waktu kerja jauh lebih efisien. Dalam hitungan empat jam, satu hektare sawah sudah dapat dipanen. Hasil padi pun langsung masuk ke karung penampungan, mempersingkat proses distribusi.

Menurut Bupati, kemajuan seperti ini penting untuk menarik generasi muda agar mau menekuni pertanian. Selama ini, banyak anak muda menganggap pertanian identik dengan kerja berat. Padahal, dengan penerapan mekanisasi dan digitalisasi, pertanian bisa menjadi bidang yang menjanjikan dan modern.

Selain panen, kegiatan juga dilanjutkan dengan gerakan tanam perdana musim tanam III di lahan Gapoktan Cipta Graha. Mesin penanam modern digunakan agar efisiensi kerja tetap terjaga. Hanya empat jam dibutuhkan untuk menanam di lahan seluas satu hektare.

Ardiansyah menilai kesinambungan dari panen ke tanam perdana ini adalah bentuk komitmen nyata masyarakat Cipta Graha menjaga stabilitas pangan daerah. Dengan dukungan pemerintah dan penggunaan teknologi tepat guna, Kutai Timur diyakini mampu memperkuat posisi sebagai salah satu lumbung pangan potensial di Kalimantan Timur.  (ADV/ProkopimKutim/E)