Expresi, Bontang – Pemerintah Kota Bontang mengambil langkah tegas untuk memastikan setiap rupiah investasi yang masuk benar-benar berkontribusi pada pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat. Melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Pemkot Bontang secara masif meningkatkan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) penanaman modal.

Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Kota Bontang, Karel, menjelaskan bahwa monev ini adalah instrumen krusial. Bukan sekadar rutinitas birokrasi, pengawasan yang diperketat ini bertujuan mengukur tingkat kepatuhan pelaku usaha terhadap kewajiban penanaman modal, termasuk pelaporan kegiatan melalui sistem Online Single Submission (OSS).

“Monitoring ini bukan sekadar memenuhi regulasi. Tetapi memastikan investasi yang masuk benar-benar memberikan manfaat bagi pembangunan daerah, serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat Bontang,” tegas Karel.

Pengawasan Menyeluruh dan Solusi Cepat

Tim DPMPTSP Bontang kini rutin turun langsung ke lapangan, menyambangi berbagai pelaku usaha dari skala kecil, menengah, hingga perusahaan raksasa di berbagai sektor—mulai dari industri, jasa, perdagangan, hingga konstruksi.

Dalam kunjungannya, tim tidak hanya berfokus pada pengecekan kesesuaian data realisasi investasi. Lebih dari itu, mereka bertindak sebagai fasilitator dengan menindaklanjuti secara langsung kendala yang dihadapi pelaku usaha, baik dari sisi perizinan maupun hambatan teknis di lapangan.

“Kami ingin memastikan setiap investasi berjalan lancar. Jika ada kendala, kami langsung fasilitasi dan koordinasikan dengan OPD terkait agar tidak menghambat kegiatan usaha,” tambah Karel.

Data Akurat Menentukan Arah Kebijakan

Karel menegaskan komitmen DPMPTSP untuk memperbaiki iklim investasi melalui pendampingan komprehensif. Kepatuhan terhadap kewajiban Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) menjadi indikator kinerja utama investasi daerah yang terus dipantau.

Lebih lanjut, data riil yang diperoleh dari kegiatan monev ini memiliki fungsi strategis jangka panjang. Informasi akurat dan terverifikasi tersebut akan menjadi dasar utama bagi Pemkot Bontang dalam menyusun strategi promosi investasi untuk tahun anggaran berikutnya.

“Monev memberikan gambaran riil. Dari situ kita mengetahui sektor mana yang berkembang dan mana yang butuh intervensi. Ini sangat penting untuk arah kebijakan investasi ke depan,” pungkasnya.

Melalui upaya monev yang lebih terstruktur dan masif ini, DPMPTSP Bontang menargetkan realisasi investasi tahun ini dapat terus meningkat signifikan. Harapannya, langkah ini akan mendorong transformasi ekonomi daerah menuju sektor yang lebih beragam dan berkelanjutan. (Adv)